Sebar kabar hoaks jadi modus operandi perampok harta warga korban gempa Lombok

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:32 Reporter : Merdeka
Sebar kabar hoaks jadi modus operandi perampok harta warga korban gempa Lombok Berita hoax. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Masih saja ada pihak yang memanfaatkan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mencari keuntungan dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Bahkan serangan hoaks gempa Lombok tercatat paling banyak ketimbang pada bencana-bencana lain.

Hal itu ditegaskan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Roysepta Abimanyu dalam sebuah diskusi bertajuk 'Lombok, Status Bencana, dan Kita' di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8).

"Hoaks gempa Lombok luar biasa, banyak sekali. Kalau di bencana lain paling hoaksnya ada gempa susulan, tapi kalau di sini ini terus berkelanjutan," ujar Roy.

Hal itu terbukti saat beberapa orang berhasil diamankan oleh jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait penyebaran hoaks. Setelah ditelusuri, ternyata mereka menyebarkan hoaks dengan tujuan untuk menjarah harta para warga.

"Bahkan kemarin Polda NTB berhasil menangkap penyebar hoaks, yang ternyata komplotan maling," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat Lombok dan sekitarnya untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima. Dia meminta masyarakat mengonfirmasi segala informasi yang diterima ke pihak yang berwenang.

"Oleh karena itu masyarajat jangan percaya begitu saja dengan kabar yang beredar, verifikasi dan hubungi hotline juga sudah ada," ucap Roy.

Masyarakat bisa menelepon ke nomor 085338639789 dan melalui aplikasi WhatsApp ke nomor 085961472837. Nomor tersebut merupakan hotline yang disediakan posko gempa Lombok oleh pemerintah provinsi setempat.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini