Beredar foto hitam putih seorang wanita yang diklaim sebagai bajak laut tersadis dari China, yang aktif di awal abad ke-19. Foto tersebut diberi keterangan: "Bajak laut wanita tersadis yang pernah ada di dunia."
Sementara itu, unggahan tersebut diberi narasi sebagai berikut:
"Ching Shih, atau juga dikenal sebagai Zheng Shi, merupakan seorang pelacur China yang menjadi bajak laut wanita yang kuat, kaya dan kejam. Dia mengendalikan Armada Bendera Merah yang terkenal."
Penelusuran
Melansir dari AFP Periksa Fakta, penelusuran gambar terbalik menemukan foto ini di situs web stok foto Alamy, yang mengidentifikasi wanita tersebut sebagai seorang anggota suku Ainu, masyarakat adat yang kebanyakan menetap di Pulau Hokkaido, di bagian utara Jepang.
Kredit foto tersebut diberikan kepada CPA Media, sebuah perusahaan kepunyaan orang Inggris di Thailand yang memiliki perpustakaan stok gambar sejarah dan kontemporer dari Asia.
CPA Media juga telah mendigitalisasi koleksi mereka dalam perpustakaan foto daring yang bernama "Pictures in History", atau "Gambar dalam Sejarah".
Dengan mengetik kata kunci "wanita Ainu" di situs web mereka di sini, AFP menemukan foto tersebut dengan judul: "Jepang: Wanita Ainu, Hokkaido, sekitar tahun 1900".
Sementara itu, Kazuyoshi Otsuka, profesor emeritus dari Museum Etnologi Nasional, yang terletak di kota Osaka, Jepang, dan penulis buku "Ainu, Kaihin to Mizube no Tami" (Ainu: Orang-orang dari Tepi Laut dan Tepi Air), membenarkan bahwa gambar tersebut menunjukkan seorang wanita Ainu.
"Wanita itu mengenakan pakaian dengan motif Ainu, yang umum di daerah Iburi di Pulau Hokkaido, termasuk Shiraoi," kata Otsuka kepada AFP.
"Pakaian dan perhiasan yang dikenakan oleh wanita di foto ini menunjukkan bahwa dia mengenakan pakaian resmi Ainu," sambungnya.
Kesimpulan
Foto seorang wanita yang diklaim sebagai bajak laut tersadis adalah keliru. Foto aslinya menunjukkan seorang wanita dari masyarakat adat Ainu, yang tinggal di Pulau Hokkaido, Jepang.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.32HH7UM
Advertisement