Beredar pesan berantai di media sosia berisi imbauan yang diklaim dikeluarkan Kemenkes dalam rangka mengantisipasi penyakit hepatitis akut. Terdapat juga sumber tautan berita pada pesan tersebut.
Berikut narasinya:
"Tolong hati2 sementara harus dijaga:
1. Kebersihan cuci tangan sesering mungkin
2. Jangan makan diluar krn kondisi kotorDari meja, piring, sendok garpu dan gelas
3. Jangan berenang dulu ditempat tempat umum
4. Jangan main di play ground dulu
5. Jangan duduk2 ditempat yang tidak jelas
6. kl ke mall jangan pegang2 hand railing dinding dll yg sering dipegang orang
https://www.cnbcindonesia.com/.../kemenkes-warning..."
Penelusuran
Berdasarkan laporan Kominfo, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, isi pesan tersebut tidak sepenuhnya benar. Terutama poin tiga sampai enam dalam pesan berantai tersebut tidak benar. Di antaranya, larangan berenang di tempat umum dan bermain di play ground.
"Terutama poin tiga sampai enam dalam pesan berantai tersebut tidak benar. Narasinya ditambah-tambahkan supaya heboh," ujar Nadia dilansir dari Liputan6.com.
Sementara itu, dilansir dari merdeka.com, Kementerian Kesehatan berbagi tips untuk mencegah hepatitis misterius pada anak. dr Nadia Tarmizi berharap agar masyarakat tidak perlu panik. Khususnya dalam momen liburan lebaran dan mudik kali ini. Nadia mengimbau untuk keluarga yang sedang bersilaturahmi tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, minum air bersih dan menggunakan alat makan sendiri-sendiri.
"Tetap masyarakat mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga besar tetapi tetap ingat prokes dan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap cuci tangan, makan makan yang sehat dan bersih pengelolaannya. Jangan gunakan alat makan bersama," kata Nadia kepada merdeka.com dalam pesan singkat, Rabu (4/5).
Nadia mengimbau jika menemukan gejala muntah, diare, nyeri perut, segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Kalau ada gejala mual muntah diare yang makin berat segera datangi RS atau puskesmas," imbuhnya.
Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini memiliki gejala, antara lain perubahan warna urine (gelap) dan/atau feses (pucat), kuning, gatal, nyeri sendi atau pegal-pegal, demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut, lesu, dan/atau hilang nafsu makan, diare, serta kejang, dan ditandai dengan Serum Aspartate transaminase (AST) atau Alanine transaminase (ALT) lebih dari 500 U/L.
Kesimpulan
Pesan berisi imbauan Kemenkes untuk cegah hepatitis tidak sepenuhnya benar. Dokter Siti Nadia Tarmizi, mengatakan narasinya yang beredar ditambah-tambahkan supaya heboh. Di antaranya, larangan berenang di tempat umum dan bermain di play ground.
Hepatitis bisa dicegah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, minum air bersih dan menggunakan alat makan sendiri-sendiri.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4955973/cek-fakta-pesan-berantai-kemenkes-imbau-anak-tidak-berenang-dan-ke-playground-simak-faktanya
https://www.merdeka.com/peristiwa/tips-kemenkes-untuk-cegah-hepatitis-misterius-anak.html