Beredar sebuah informasi di media sosial, mengklaim setelah makan kepiting, dilarang minum susu dan makan pisang karena bisa menyebabkan keracunan.
Unggahan ini juga terdapat foto terkait bayi dengan keadaan tidak sadar yang diklaim akibat mengonsumsi makanan tersebut secara bersamaan.
"Tolong beritahu seluruh orang yang ada di sebelah kalian, setelah makan kepiting jangan minum susu, juga tidak boleh makan pisang, bisa beracun, semestinya sudah ada di berita, ada anak yang belum sampai rumah sakit sudah meninggal, tidak peduli kalian sesibuk apapun harus memforward pesan ini, tidak lebih dari semenit kok".
Penelusuran
Setelah ditelusuri, klaim setelah makan kepiting, dilarang minum susu dan makan pisang karena menyebabkan keracunan adalah tidak benar.
Dilansir dari Liputan6.com, Farmakolog sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zullies Ikawati mengatakan tidak ada hubungannya makan kepiting dengan susu atau pisang bisa beracun.
"Hal ini tidak benar. Tidak ada hubungannya kepiting dengan susu atau pisang," ujarnya.
Sementara itu, penelusuran terkait foto bayi yang ada dalam klaim tersebut melalui Google Images. Hasilnya mengarah ke artikel berjudul "Sempat Viral Tertidur Selama Setahun, Bayi Shaka Meninggal Dunia" yang dimuat situs popmama.com pada 12 Oktober 2021.
Bayi tersebut ternyata didiagnosis sleeping beauty syndrome sejak usia delapan bulan dan meninggal dunia pada usia 18 bulan.
Kesimpulan
Klaim setelah makan kepiting, dilarang minum susu dan makan pisang karena menyebabkan keracunan adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada hubungannya makan kepiting dengan susu atau pisang bisa beracun.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4677253/cek-fakta-tidak-benar-mengonsumsi-kepiting-dan-susu-bersamaan-dapat-memicu-keracunan
https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/jemima/tertidur-selama-setahun-bayi-shaka-meninggal-dunia/4