Sebuah informasi menyebut ambulans kosong melaju ugal-ugalan di jalanan. Video yang menerangkan kabar itu tersebar di media sosial. Pengunggah menyebut ambulans sengaja berkeliling tanpa membawa pasien atau jenazah agar warga takut dengan adanya Covid-19.
"Ambulan Teror Tiga unit ambulance di Ngemplak Sukoharjo ugal2an hingga nabrak mobil masyarakat, setelah diintrogasi warga sopir ambulance ngaku di suruh atasannya muter2 agar situasi terlihat mencekam. Ambulance itu sengaja muter2 kosong, untuk menakuti atau membuat warga panik dan percaya kalo banyak korban berjatuhan akibat Koped"
Penelusuran
Hasil penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel kompas.com berjudul "[HOAKS] Tiga Ambulans Sengaja Berkeliling untuk Bikin Panik dan Takuti Warga" pada 7 Juli 2021, dijelaskan bahwa ambulans itu justru sampai terlibat kecelakaan padahal masih harus mengantar jenazah lainnya ke pemakaman.
Ambulans tersebut milik Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Saat itu ambulans sedang menjalani tugas mengantar jenazah. Ambulans harus beberapa kali mondar-mandir mengantar jenazah menuju pemakaman.
Humas RS Aisyiyah Kudus, dr Agus Prasetyo mengatakan bahwa tidak benar jika ambulans rumah sakitnya itu disebutkan berjalan secara ugal-ugalan.
"Tidak benar (ugal-ugalan)," tegasnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/7/2021).
Selanjutnya mengenai klaim ketiga ambulans sengaja berkeliling untuk meneror warga, narasi itu juga tidak benar.
Menurut Agus ketiga ambulans itu usai mengantarkan jenazah Covid-19 di Grobogan, Jawa Tengah.
Namun dalam perjalanan pulang, rombongan ambulans mengalami kecelakaan beruntun.
Lokasi kecelakaan juga bukan di Sukoharjo, melainkan di Jalan Kudus-Purwodadi, Gang 3 Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Minggu (4/7/2021) sekira pukul 13.30 WIB.
"Sedang perjalanan pulang untuk melanjutkan pemakaman lagi pukul 14.00 di RSUD, tapi di tengah perjalanan kecelakaan beruntun," kata Agus.
Kemudian dalam artikel turnbackhoax berjudul "[SALAH] Video “3 ambulance yang sengaja muter-muter kosong di ngemplak sukoharjo ugal2an nabrak mobil masyarakat" pada 7 Juli 2021, dijelaskan Ketiga ambulance masing-masing dari RS Aisyiyah Kudus, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus, dan Lazizmu.
Koordinator tim Kamboja yang juga Ketua MDMC Kudus, Satriyo Yudo Budi Wicaksono menerangkan adanya jadwal pemakaman itu membuat pihaknya terburu-buru untuk tiba di RSUD Kudus. Nahasnya, setiba di lokasi kejadian di Jalan Kudus-Purwodadi, turut Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, ada truk yang hendak menyeberang sehingga rombongan ambulance paling depan berhenti mendadak. Akibatnya terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.
“Nah pulangnya kami keburu-buru, jam 13.30 WIB itu ada insiden, di lokasi kejadian ada truk mau nyeberang tapi ragu-ragu dan berhenti mendadak. Di belakang truk itu ada mobil Pajero, di belakangnya ada Avanza, karena truk berhenti mendadak, Pajero, Avanza mendadak (berhenti) akhirnya nabrak. Jadi kami korban juga karena mereka berhenti mendadak” jelasnya.
Kesimpulan
Informasi ambulans kosong berjalan ugal-ugalan untuk menakuti warga adalah tidak benar Ambulans tersebut sedang menjalani tugas mengantar jenazah, dan harus kembali mengantar jenazah selanjutnya di luar kota.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.