Informasi vaksin Covid-19 berisi mutasi virus Corona jenis baru beredar di media sosial. Informasi itu disebut-sebut diungkap oleh Prof. Sutiman Bambang Sumitro.
"copas
dari grup WA Alumni ITB ????????
Prof. Sutiman Bambang Sumitro adalah seorang peneliti handal yang dimiliki UB. Beliau telah meluluskan lebih dari 60 doktor dalam bidang mikrobiologi. Reputasinya di Indonesia sdh tidak diragukan lagi.
Kemarin, dalam pertemuan di rektorat, beliau mengatakan bahwa vaksin virus covid-19 nyaris tak ada gunanya. Saya kaget. Apa pasalnya kok vaksin tak menjadi tak berguna? Ternyata inilah penyebabnya. Vaksin covid-19 itu telah bermutasi menjadi ribuan covid-19 baru di seluruh dunia."
Penelusuran
Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel Republika.com berjudul "Covid-19 yang Bermutasi Buat Sulit Temukan Vaksin" pada 24 Mei 2020, dijelaskan bahwa Prof. Sutiman Bambang Sumitro membicarakan bahwa Covid-19 yang sudah bermutasi sulit menemukan vaksin.
Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler, Universitas Brawijaya (UB), Profesor Sutiman B Sumitro menilai, Covid-19 kini telah bermutasi menjadi virus lokal. Sifat tersebut akan berdampak pada sulitnya menemukan vaksin atau obat secara global. Padahal penciptaan vaksin atau obat ditunjukkan agar dapat digunakan seluruh manusia tanpa memandang kelokalan.
"Inilah penghalang utama konsep berpikir industri bidang kesehatan dalam menemukan vaksin atau obat," jelas Sutiman.
Kemudian dalam artikel cnbcindonesia.com berjudul "Mustahil Vaksin Ciptakan Varian Covid-19 Baru!" pada 4 Januari 2021, dijelaskan bahwa vaksin tidak mungkin menciptakan mutasi virus Covid-19 yang baru.
Epidemiolog University of Derby Dono Widiatmoko membantah adanya kabar bahwa vaksinasi yang dilakukan memunculkan mutasi virus baru. Dono menegaskan seperti pada virus lainnya, varian baru dapat muncul secara alamiah dan perubahan pun tidak selalu menjadi lebih berbahaya. Dia mencontohkan, mutasi virus juga terjadi pada virus influenza. Meski demikian para ahli saat ini tengah memantau pergerakan dari mutasi gen virus Sars Cov-2, berdasarkan data genetika dari GISAID.
"Tentang varian yang ada, sebenarnya virus Sars Cov-2 ini sama seperti virus lainnya mudah bermutasi. Jadi kebetulan yang dilakukan evidence based, dan dilakukan genomic typing (pemeriksaan gen) menjadikan perubahan gen bisa terjadi secara cepat. Tapi bukan berati di tempat lain tidak ada, ini sama seperti virus flu yang sering bermutasi," jelasnya.
Kesimpulan
Informasi vaksin Covid-19 memunculkan mutasi Covid-19 yang baru adalah hoaks. Tidak ada bukti resmi bahwa vaksin Covid-19 berisi mutasi Covid-19 yang baru.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.