Informasi tentang bahaya minum air dingin beredar di media sosial Facebook. Informasi itu menyebutkan bahwa air hangat sangat efektif menyelesaikan masalah dalam tubuh, seperti penyakit jantung, masalah tekanan darah tinggi dan rendah, nyeri lutut pada orangtua hingga asma.
Kemudian, informasi tersebut juga mengatakan bahwa minum air dingin dapat merusak organ internal. Informasi itu diklaim bersumber dari salah satu artikel yang diterbitkan oleh Health Systems Research Institute (HSRI).
Penelusuran
Informasi minum dingin bisa merusak organ internal tubuh dijelaskan dalam artikel klikdokter berjudul "Benarkah Sering Minum Air Es Picu Penyakit Jantung?" pada 15 Februari 2019.
Dalam artikel klikdokter, dijelaskan bahwa air dingin tidak merusak organ tubuh, salah satunya jantung.
"Dokter Yoga Yuniadi, Sp.JP, dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan bahwa suhu air tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegagalan organ jantung.
Menurutnya, semua jenis makanan mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekalipun (bersuhu panas) akan mengalami penyesuaian suhu ketika masuk ke dalam saluran pencernaan. Dan timbulnya penyakit jantung itu bukan karena suhu air/makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang Anda konsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berisiko meningkatkan penyakit jantung."
Kemudian dalam artikel AFP Fact Check berjudul "Health experts say there is no evidence that drinking cold water harms human health" pada 3 Juli 2020, dijelaskan bahwa minum air dingin tidak berbahaya bagi tubuh.
"“Drinking cold water is not harmful to our bodies or our internal organs,” Piyapan Prueksapanich, a professor of medicine at Thailand’s Chulalongkorn University, told AFP by phone on July 2, 2020.
Prueksapanich explained that “the cold water that we drink will not affect our core body temperature either, as it is the water temperature will slowly change to our normal body temperature of 37 degrees celsius, not the opposite.”
Health System Research Institute (HSRI), the organisation cited in the misleading post, also said it had not published any research to support the misleading claim about cold water.
“HSRI never conducted this research,” Wichanun Aunjit, HSRI’s web administrator, AFP via email on June 25, 2020."
Berikut terjemahannya:
Seorang Profesor Kedokteran Universitas Chulalongkorn Thailand, Piyapan Prueksapanich mengatakan bahwa "minum air dingin tidak berbahaya bagi tubuh kita atau organ internal kita", mengatakan kepada AFP melalui telepon pada 2 Juli 2020.
Prueksapanich menjelaskan bahwa air dingin yang kita minum juga tidak akan mempengaruhi suhu tubuh inti kita, karena suhu air perlahan berubah menjadi suhu tubuh normal kita, yaitu 37 derajat celsius, bukan sebaliknya.
Lembaga Penelitian Sistem Kesehatan (HSRI), organisasi yang dikutip dalam informasi yang tersebar belum mempublikasikan penelitian apa pun terkait tentang air dingin.
"HSRI tidak pernah melakukan penelitian ini," Wichanun Aunjit, administrator web HSRI, AFP melalui email pada 25 Juni 2020.
Kesimpulan
Informasi minum air dingin dapat merusak organ internal tubuh adalah hoaks. Suhu air dingin maupun panas tetap akan mengalami penyesuaian suhu ketika masuk ke dalam saluran pencernaan.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.