Real Madrid Keluarkan Ultimatum untuk Vinicius Junior Terkait Kontrak Baru
Real Madrid akhirnya kehilangan kesabaran dalam proses negosiasi kontrak dengan Vinicius Junior.
Real Madrid akhirnya menunjukkan ketidaksabaran dalam proses negosiasi kontrak dengan Vinicius Junior. Menurut laporan dari Fichajes, Los Blancos telah mengeluarkan pernyataan tegas tidak akan ada tawaran baru untuk kontraknya.
Winger asal Brasil tersebut kini harus menerima tawaran yang telah diajukan. Apabila menolak untuk menandatangani kontrak baru, Vinicius Junior akan dimasukkan ke daftar jual Real Madrid pada bursa transfer musim panas yang akan datang.
Keputusan ini menjadi momen penting dalam hubungan kedua belah pihak dan menciptakan situasi yang tidak terduga sebelumnya. Meskipun kontrak Vinicius masih berlaku hingga 30 Juni 2027, Real Madrid tidak ingin mengulangi kesalahan pada masa lalu ketika pemain kunci pergi tanpa biaya.
Manajemen Madrid berpendapat tahun depan adalah waktu terakhir untuk meraih nilai transfer yang signifikan jika pemain berusia 25 tahun tersebut terus menolak untuk memperpanjang kontrak.
Permintaan Gaji Setara Kylian Mbappe
Pihak Vinícius hanya bersedia memperpanjang kontrak jika dirinya menerima gaji yang sama dengan Kylian Mbappe, yakni sekitar 30 juta euro per musim.
Vinicius Junior merasa kontribusinya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gol-gol penting di final Liga Champions, sudah cukup untuk menyamakan status tersebut.
Namun di sisi lain, Real Madrid tak ingin merusak struktur gaji internal yang selama ini mereka jaga ketat. Masalah diperparah dengan performa Vinicius pada musim ini yang menurun.
Dari 22 laga, dia hanya mencatat lima gol dan tujuh assist, angka yang jauh dari standar terbaiknya. Hal ini menjadi argumen kuat bagi manajemen untuk menolak tuntutan gaji setinggi Mbappe.
Selain itu, kedatangan Kylian Mbappe juga mengubah hierarki dalam tim. Vinicius tak lagi menjadi wajah utama klub. Perubahan itu disebut-sebut membuatnya tak nyaman.
Bukan Peman Kunci
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, juga memegang peran penting dalam keputusan ini. Dia menilai gaya bermain Vinícius kurang cocok dengan struktur ofensif yang sedang dibangun.
Pendapat tersebut disampaikan langsung kepada manajemen dan memperkuat posisi Florentino Perez. Bagi Perez yang merupakan presiden klub, mempertahankan pemain yang tidak didukung penuh oleh pelatih sekaligus meminta gaji terbesar dalam skuad adalah risiko besar yang bisa mengganggu stabilitas.
Melihat situasi yang memanas, klub-klub besar Eropa mulai bergerak. Manchester City dan PSG sudah menanyakan kondisi kontrak Vinicius, sementara klub-klub Arab Saudi siap memberikan tawaran gaji luar biasa jika sang pemain tersedia di bursa transfer.
Tolak Kontrak Baru = Dijual
Jika Vinicius Junior kembali menolak proposal yang diberikan Madrid saat ini, klub tak punya pilihan selain menjualnya. Los Blancos bahkan sudah mulai memetakan kandidat pengganti jika perpisahan benar-benar terjadi.
Beberapa bulan ke depan akan menjadi masa krusial. Real Madrid menegaskan tidak akan menaikkan tawaran, dan semua keputusan kini bergantung pada Vinícius.
Jika tak ada kata sepakat, klub siap melepas salah satu bintang yang sebelumnya menjadi simbol era sukses terbaru mereka. Di mata manajemen, kestabilan finansial dan visi jangka panjang tetap prioritas utama.