Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tidak Disangka Dosen Copet Saep Pemeran Preman Pensiun Dulunya Seorang Pemulung

Tidak Disangka Dosen Copet Saep Pemeran Preman Pensiun Dulunya Seorang Pemulung Icuk Nugroho. Icuk Nugroho©2020 Merdeka.com/youtube DIKDIK Channel

Merdeka.com - Artis peran Icuk Nugroho melewati jalan berliku sebelum tersohor seperti sekarang, saat memerankan Saep di sinetron Preman Pensiun. Berbagai pekerjaan dilakoninya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Hal itu diungkap Saep yang dikenal sebagai 'dosen copet' yang dilansir dari youtube DIKDIK Channel dengan judul 'GAK NYANGKA ‼ BOS COPET SEBELUM SYUTING DULUNYA TERNYATA'.Berikut ulasannya:

Tidak Ada Dukungan dari Keluarga

Meski memiliki darah seni, tetapi dirinya tak langsung terjun ke dunia hiburan setelah menyelesaikan S-1 lantaran tidak ada dukungan dari keluarga. Istri, salah satunya.

Selepas lulus dari Universitas Winaya Mukti (Unwim) Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Icuk mulanya bekerja sebagai tenaga honorer di Perhutani. Kemudian bekerja menjadi sales hingga memulai bisnis dengan membuka counter handpone (hp) di tempat tinggalnya, Cimahi.

"Begitu lulus kuliah sedang moneter, sehingga pekerjaan agak sulit ijazah saya tidak terpakai saya kerja di swasta di sales, menawarkan barang ke sana-ke sini sampai saya punya counter hp," tuturnya.

Nahas

Nahas, bisnis yang dirintis aktor kelahiran Cimahi, 28 April 1976 ini tak berjalan mulus dan terpaksa gulung tikar, bahkan istrinya terpaksa pulang ke Jatinangor, Sumedang. Meski demikian, Icuk tetap berupaya mencari pekerjaan apa pun, termasuk menjadi pemulung selama lima bulan.

"Yang penting waktu itu bisa kerja, harus dapat uang. Saya tidak gengsi," kata dia.

"Saya tidak mau mengemis, tetapi saya tetap mau bekerja penghasilan," sambungnya.

Cari Barang Rongsokan

Saat menjadi pemulung, Icuk keluar rumah mencari barang rongsok di tong sampah sejak pukul 08.00 hingga petang. Berbagai barang tidak terpakai yang ditemukannya, seperti besi, aluminium, dan plastik, dipungutnya.

"Barang-barang yang tidak terpakai bergeletak di jalan yang bisa dijual saya masukan ke karung," ucapnya. Penghasilan yang didapatnya Rp10.000-Rp20.000 per hari.

Lima Bulan Jadi Pemulung

Setelah lima bulan menjadi pemulung, Icuk beralih pekerjaan menjadi juru parkir. Lantaran bukan resmi, penghasilan per hari tidak jelas. Terkadang tidak mendapatkan uang sepeser pun.

"Dari situlah saya mengenal kerasnya kehidupan seperti ini," akunya.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com

Sesuai Didikan Ayah

Dirinya menerangkan, melakoni pekerjaan apa pun sesuai didikan ayahnya sejak kecil. Dicontohkan dengan pengalaman mengantarkan makanan ke toko-toko saat ibunya membuka usaha katering.

Meski demikian, Icuk tetap ingin menyalurkan hobinya di bidang seni. Pada suatu waktu, pemilik hobi melukis tiga dimensi ini ditawarkan teman-temannya untuk mengikuti syuting Gede Rasa di salah satu stasiun televisi lokal.

"Kok, enak, ya, di intertain ini. Banyak teman, banyak saudara, dan suasanya mendukung sekali dengan bakat saya," jelasnya.

Icuk mulanya hanya berperan sebagai figuran. Pada suatu kesempatan, dirinya mendapatkan informasi dari rekan-rekan kerja di lokasi syuting untuk menjajal peruntungan dan melebarkan sayap di dunia hiburan.

(mdk/end)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP