LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

YLKI Usul Bagi Hasil untuk Driver Ojek Online Diperbesar Selama Ada Corona

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Grab Indonesia dan Gojek mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang ojek online mengangkut penumpang. Sebagai solusi penurunan pendapatan, YLKI mengusulkan kaji ulang pembagian hasil antara operator dan mitra.

2020-04-07 14:38:21
Virus Corona
Advertisement

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Grab Indonesia dan Gojek mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang ojek online mengangkut penumpang. Sebagai solusi penurunan pendapatan, YLKI mengusulkan kaji ulang pembagian hasil antara operator dan mitra.

Sekretaris YLKI, Agus Suyanto, mengatakan ojek online berisiko tinggi sebagai sarana penularan virus corona karena tidak memenuhi unsur physical distancing atau jarak kontak fisik. "Namanya motor, kan jarak antar penumpang tidak lebih dari satu meter," katanya melalui sambungan telepon pada Selasa (7/4).

Namun, Agus tidak memungkiri bahwa kebijakan PSBB akan menambah kerugian materil bagi para driver ojol. Dirinya mengusulkan pihak aplikator memberikan sejumlah bantuan bagi mitranya yang terdampak kebijakan PSBB.

Advertisement

Seperti menambah bonus kinerja harian hingga memangkas potongan tiap transaksi yang dibebankan terhadap para pengemudi ojol. "Potongan sebesar 20 persen, itu harus dikurangi. Karena sangat memberatkan para driver," tegas Agus.

Driver Ojol Jakarta Keluhkan Pendapatan Turun 95 Persen Karena Corona

Sementara itu, Presiden Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI), Anang Akbar mengatakan bahwa para mitra atau pengemudi Ojol tidak keberatan dengan aturan PSBB yang melarang angkutan daring mengangkut penumpang. Sebab mereka menyadari hal ini demi keselamatan pengguna maupun pengemudi ojol sendiri.

Advertisement

Namun, dirinya berharap pemerintah maupun perusahaan selaku aplikator bisa memberikan bantuan materi ataupun logistik, guna menjamin kelangsungan hidup para pengemudi ojol di tengah pandemi corona.

Sebab, saat ini pendapatan para pengemudi ojol di wilayah ibu kota turun hingga 95 persen, karena berkurangnya jumlah penumpang hingga permintaan order makanan (Go Food) akibat kebijakan Work From Home (WFH).

"Bayangkan mas, sebelum wfh dalam satu hari kami bisa mendapat 25 orderan, sekarang paling banyak 3 orderan," keluh dia.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.