YLKI Tunggu Penyelidikan KPPU Soal Dugaan Kartel Tiket Pesawat
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, masih mahalnya harga tiket pesawat bukan hanya disebabkan harga avtur. Menurutnya, ada kemungkinan lain perihal harga tiket pesawat yang kini masih tinggi di lapangan.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, masih mahalnya harga tiket pesawat bukan hanya disebabkan harga avtur. Menurutnya, ada kemungkinan lain perihal harga tiket pesawat yang kini masih tinggi di lapangan.
"Saya kira persoalan tiket bukan soal avtur. Itu hanya dikambinghitamkan. Toh kemarin sudah diturunkan kan tiket pesawat di Soeta lebih murah dibanding Singapura 26 persen. Toh tiket tidak turun juga. Jadi bukan karena avtur. Jadi mau semurah apa lagi?" ucapnya saat ditanya Liputan6.com, Rabu (27/3).
Dia menambahkan, hal ini termasuk salah satunya dugaan kartel oleh salah satu maskapai penerbangan. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kartel tiket pesawat tersebut.
"Ya sekarang kita tunggu saja, kan KPPU sedang lakukan penyelidikan terhadap dugaan kartel atau tidak. Karena kalau ada dugaan kartel artinya pelanggaran dan itu bisa didenda," ujarnya.
"Dan dugaan kartel menjadi rasional karena sekarang kan ada 2 pemain besar yaitu Garuda Group dan Lion Group. Itu masuk akal disitu. Tetapi sebelum ada penyelidikan KPPU kan secara regulasi tidak ada yang dilanggar," tambahnya.
Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih terus menyelidiki dugaan permainan harga atau kartel dalam penetapan tarif tiket pesawat untuk penerbangan dalam negeri.
"Seperti kasus maskapai, pesan tiket maskapai kargo segala macam. Itu sedang kami masuk dalam tahap penyidikan," kata Wakil Ketua KPPU, Ukay Karyadi.
Beberapa waktu lalu, KPPU mengaku telah memanggil sejumlah maskapai nasional guna meminta keterangan lebih lanjut soal dugaan kartel ini. Maskapai yang mulanya hendak dipanggil antara lain Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Wings Air, dan Batik Air.
Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan tinggal memasuki tahap penguatan saja untuk kemudian dinaikan menjadi pemberkasan. Namun, dia belum mau berkomentar lebih banyak.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Tangani 6 Kasus Industri Penerbangan, KPPU Sebut Terbanyak Dalam Sejarah
Tiket Pesawat Masih Mahal, 195 Penerbangan Dibatalkan di Bandara Pattimura
Menpar Arief: Ratusan Penerbangan Tertunda Akibat Tiket Pesawat Mahal
KPPU Selidiki Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat Domestik
Garuda Indonesia: Harga Tiket Tinggi karena Kita Berikan Experience Pada Konsumen