LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

YLKI Soal KRL Pensiun: Kalau Tak Impor, Mau Dipasok dari Mana?

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengkritik Kementerian Perindustrian yang menolak rencana impor 10 rangkaian KRL asal Jepang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di tahun ini. Padahal, sebanyak 10 trainset KRL Jabodetabek telah memasuki masa pensiun di 2023.

2023-03-01 18:18:34
KRL
Advertisement

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengkritik Kementerian Perindustrian yang menolak rencana impor 10 rangkaian KRL asal Jepang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di tahun ini. Padahal, sebanyak 10 trainset KRL Jabodetabek telah memasuki masa pensiun di 2023.

Tulus menilai, impor KRL asal Jepang harus segera dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang. Menyusul, ketersediaan armada KRL Jabodetabek yang prima dan andal.

"Kemenperin jangan egois, tapi pelayanan dan keselamatan pengguna KRL dipertaruhkan," kata Tulus Abadi kepada Merdeka.com di Jakarta, Rabu (1/3).

Advertisement

Tulus mengingatkan, saat ini PT INKA belum mampu untuk menyediakan moda KRL dalam waktu dekat. Sehingga, mau tidak mau PT KCI harus segera mendatangkan KRL impor asal Jepang demi peremajaan untuk keselamatan pengguna.

"Kalau tak impor mau dipasok dari mana untuk mengganti dan menjaga keandalan pelayanan KRL, memang INKA bisa memasok KRL dalam waktu dekat?. Kalau tak segera diganti terjadi kecelakaan fatal," ucapnya.

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI harus mempensiunkan 10 rangkaian KRL Jabodetabek pada 2023 ini, dan 16 rangkaian di tahun depan. Langkah ini harus dilakukan dilakukan guna memenuhi tingkat keandalan, kenyamanan dan keselamatan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Advertisement

Namun, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikabarkan tak memberi restu ke PT KCI untuk impor gerbong KRL. Padahal, kebutuhan gerbong perlu ditambah, mengingat hingga tahun depan akan ada puluhan rangkaian kereta yang harus dipensiunkan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor kereta rel listrik (KRL) karena industri kereta api nasional mampu memproduksi semua kebutuhan kereta di dalam negeri.

"PT Industri Kereta Api (INKA) bisa membuat itu semua, kenapa kita harus impor gerbang kereta api bekas dari Jepang. Katanya bangga beli buatan Indonesia. Bangladesh saja membeli produk kereta kita sampai Rp1,3 triliun," kata Dody dikutip dari Antara.

Baca juga:
KCI Ingin Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Bangladesh Saja Beli Produk Kereta Kita
Jaga Keselamatan, KCI Harus Pastikan Kelayakan Kereta Bekas Jepang Sebelum Impor
Impor KRL Terkendala Izin, Siap-Siap Stasiun Manggarai Makin Padat dan Semrawut
Izin Impor KRL Belum Keluar, 200.000 Pengguna Terancam Terlantar
Alasan Impor Kereta Bekas dari Jepang Lebih Murah Dibanding Produk INKA
Jika Tak Disubsidi, Tarif KRL Bisa Capai Rp50.000

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.