YLKI catat Lazada dan JNE paling banyak diadukan konsumen saat Harbolnas 2017
Pengurus Bidang Pengaduan dan Hukum Abdul Basith mengatakan, jumlah aduan tersebut meningkat dibanding dengan tahun 2016 pada periode yang sama.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut pada Desember 2017 pengaduan yang cukup signifikan terjadi pada saat hari belanja online nasional (Harbolnas). Di mana terdapat 46 persen pengaduan belanja online pada Harbolnas.
Pengurus Bidang Pengaduan dan Hukum Abdul Basith mengatakan, jumlah aduan tersebut meningkat dibanding dengan tahun 2016 pada periode yang sama.
"46 persen pengaduan di bulan Desember adalah pengaduan belanja online. Ini meningkat 40 persen dari bulan Desember 2016 yang hanya 6 persen," kata Abdul di kantor YLKI, Jakarta, Jumat (19/1).
Lebih lanjut, toko online yang paling banyak diadukan pada Harbolnas 2017 adalah Lazada yang mencapai 9 persen. Toko online lainnya yaitu Shopee 3 persen, Tokopedia 3 persen, Akulaku 2 persen dan blibli 2 persen.
Adapun jenis keluhan konsumen yang diadukan kepada YLKI di antaranya barang tidak dikirim, sistem merugikan, refund tidak diproses, barang tidak sesuai serta dugaan akun diretas.
"Kalau jenis masalahnya itu layanan komplain dan tindaklanjut, layanan barang, layanan sistem, dugaan penipuan dan dugaan cybercrime," papar dia.
Selain terhadap belanja online saat Harbolnas, peningkatan pengaduan juga terlihat pada jasa pengiriman dengan jumlah 24 persen aduan.
"JNE mendapatkan 59 persen pengaduan dari aduan jasa kiriman dengan keluhan terbanyak adalah barang belum sampai/diterima," tandasnya.
Baca juga:
Berkaca kecelakaan BEI, YLKI desak PUPR audit kelayakan gedung publik di Jakarta
YLKI desak Kemenag bentuk crisis center penipuan umroh Hannien Tour
YLKI: Pengaduan konsumen sektor perbankan paling banyak di 2017
2 Anggota YLK di Banjarmasin jadi tersangka kasus pemerasan
YLKI sebut pemerintah belum mampu lindungi konsumen RI di 2017