Wow, ITDC Hemat Hingga 90% Lewat Efisiensi Konsumsi Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Bali
PT ITDC mulai uji coba efisiensi konsumsi listrik di Nusa Dua, Bali, dengan teknologi pencahayaan pintar. Langkah ini diharapkan mampu menghemat biaya hingga 90% dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata, kini mengambil langkah proaktif dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
Perusahaan ini sedang mengimplementasikan program efisiensi konsumsi listrik melalui pemanfaatan sistem pencahayaan pintar di kawasan The Nusa Dua, Bali.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi biaya operasional, tetapi juga sebagai wujud komitmen ITDC terhadap prinsip-prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan energi, yang diharapkan dapat menjadi model bagi kawasan wisata lainnya.
Inovasi Pencahayaan Pintar untuk Efisiensi Energi
Direktur Operasional ITDC, Troy Waroka, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjadi lebih kreatif dalam pengelolaan energi. "Kami harus kreatif termasuk dalam penerangan lampu," kata Troy Waroka di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
Untuk mewujudkan efisiensi konsumsi listrik ini, ITDC menjalin kerja sama dengan salah satu mitra korporasi swasta yang menyediakan produk pencahayaan canggih, termasuk lampu hemat energi. Teknologi ini sedang dalam tahap uji coba yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Lukas Ardana, petinggi mitra korporasi yang bekerja sama dengan ITDC, menguraikan potensi penghematan yang signifikan dari teknologi ini. Menurutnya, penggunaan lampu hemat energi saja dapat mengurangi biaya listrik hingga 70 persen.
Penghematan ini dapat ditingkatkan lagi sebesar 20 persen apabila didukung oleh pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), sehingga total potensi penghematan biaya listrik dapat mencapai 90 persen.
Dukungan Terhadap Pariwisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Wisatawan
Selain penghematan biaya listrik, teknologi pencahayaan pintar ini juga menjanjikan efisiensi dalam biaya perawatan. Lukas Ardana menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi pencahayaan di setiap titik secara terpusat.
"Kalau teknologi pintar ini kami bisa melihat titik mana saja yang tidak efisien. Jadi tim tidak perlu cek satu per satu tapi dari dasbor bisa terlihat mana yang boros dan rusak. Itu otomatis mengurangi biaya perawatan," ujarnya.
Inovasi ini didasari oleh kebutuhan dan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi, ramah lingkungan, dan prinsip berkelanjutan. ITDC saat ini sedang menghitung estimasi penghematan biaya konsumsi listrik yang akan didapat dari pemanfaatan teknologi pintar ini.
Program efisiensi konsumsi listrik ini diawali di kawasan pengelolaan The Nusa Dua, Bali, yang memiliki luas sekitar 350 hektare, dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Rencananya, inisiatif ini akan diperluas ke dua kawasan lain yang dikelola ITDC di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Penggunaan teknologi pintar dalam pencahayaan ini tidak hanya bertujuan untuk menghemat energi dan biaya, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata tersebut. Ini adalah langkah nyata ITDC dalam mewujudkan pariwisata yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews