Wijaya Karya dan ITDC kolaborasi bangun 'Nusa Dua' baru di Bali Utara
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer dan Direktur Keuangan WIKA Steve Kosasih di Lantai 6 Gedung Kementerian BUMN.
Dua perusahaan BUMN yaitu Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatkan lahan di Bali Utara. Lahan ini akan dikembangkan untuk resort dan lokasi wisata layaknya Nusa Dua yang ada di Bali Selatan.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer dan Direktur Keuangan WIKA Steve Kosasih di Lantai 6 Gedung Kementerian BUMN. Acara ini disaksikan langsung oleh Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Pelabuhan (KSPP) Ahmad Bambang (AB) dan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah.
"Tugas kita saat ini adalah mengembangkan Bali Utara, karena di Bali Utara ini minus dibandingkan Bali Selatan. Pak Gubernur sudah menyampaikan dan juga pemegang saham kami meminta ITDC bantu kembangkan Bali Utata," kata Abdulbar M Mansoer di Kementerian BUMN, Jumat (8/6).
ITDC selama ini memiliki core business pengelolaan kawasan pariwisata. Oleh karenanya, dalam pembangunan infrastruktur akan dilakukan oleh WIKA. Dua BUMN ini sebelumnya telah sering bekerja sama dalam penggarapan proyek kawasan pariwisata, seperti salah satunya kawasan di Mandalika, Lombok.
Adapun lahan yang akan dikembangkan dua BUMN ini memiliki luas 100 hektar (ha). Namun lahan ini memiliki potensi pengembangan mencapai 300 ha. Mengenai status lahan tersebut, dikatakan Abdulbar tidak ada masalah sehingga siap dikembangkan.
Di kesempatan yang sama, Steve Kosasih menjabarkan rencana pengembangan wilayah yang akan dilakukan. Desain dan engineringnya akan dilakukan tahun ini untuk kemudian tahun 2019 bakal mulai dilakukan konstruksi.
"Nanti kita bangun tidak hanya resort melainkan juga dermaga kapal pesiar. Sehingga ini bisa menjadi pintu masuk ke dua di Bali selain Bandara I Gusti Ngurah Rai," terangnya.
Dikatakan Steve, di Bali Utara memiliki potensi pariwisata dan pemandangan yang tidak kalah menarik. Di lahan yang akan dikembangkan ini tidak hanya memiliki fasilitas pantai, melainkan pemandangan Gunung Ijen. "Dengan adanya pengembangan kawasan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat di Bali Utara itu sendiri," ujar dia.
Mengenai investasinya, Steve mengaku masih melakukan penghitungan. Yang jelas, kawasan ini akan dibangun dengan fasilitas lebih lengkap dibandingkan Nusa Dua.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Dorong hilirisasi, PTPN III tarik dana segar melalui skema PINA
Artis Fenita Arie curhat tagihan listriknya bengkak hingga Rp 18 juta, kok bisa?
Pegadaian berangkatkan 2.000 nasabah peserta mudik gratis
Angkasa Pura II beri insentif maskapai penyedia penerbangan tambahan untuk Lebaran
Strategi Menteri Rini dorong kereta INKA buatan Indonesia makin mendunia