LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

WHO Kritik Vaksinasi Berbayar Indonesia: Semua Orang Berhak Dapat Akses Vaksin

Menurutnya, apabila anggaran pemerintah yang menjadi masalah, saat ini terdapat banyak solusi di mana banyak lembaga dunia yang memberikan bantuan untuk pengadaan vaksin bagi negara-negara yang membutuhkan.

2021-07-16 09:30:00
vaksin covid-19
Advertisement

Kepala Unit Program Imunisasi World Health Organization (WHO), Ann Lindstrand menilai bahwa kebijakan vaksinasi gotong royong berbayar di Indonesia tidaklah tepat. Sebab, menurut dia semua orang berhak mendapatkan akses vaksin terlepas dari masalah keuangan.

"Penting bahwa setiap warga negara memiliki kemungkinan yang sama untuk mendapatkan akses (vaksin). Pembayaran (dalam bentuk) apapun dapat menimbulkan masalah etika dan akses, khususnya selama pandemi ketika kita membutuhkan cakupan dan vaksin untuk menjangkau semua yang paling rentan," kata Lindstrand dikutip dari situs resmi WHO, Jumat (16/7).

Menurutnya, apabila anggaran pemerintah yang menjadi masalah, saat ini terdapat banyak solusi di mana banyak lembaga dunia yang memberikan bantuan untuk pengadaan vaksin bagi negara-negara yang membutuhkan.

Advertisement

"Ada pasokan vaksin dari COVAX melalui kerja sama dengan badan UNICEF, WHO, dan lainnya, tentu saja mereka memiliki akses vaksin yang gratis, hingga 20 persen dari populasi yang didanai oleh para penyandang dana kerja sama COVAX. Itulah yang membuatnya sama sekali tidak mungkin untuk mengambil pembayaran dalam pelaksanaannya," jelasnya.

Dia mengakui, pengiriman dan logistik penyimpanan vaksin membutuhkan dana. Tapi, hal tersebut bisa diperoleh melalui bantuan dari berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia, dan GAVI.

"Tentu saja ada dana pengiriman lain yang biayanya juga dalam pengiriman, seperti transportasi, logistik, peralatan pendingin, dan lainnya. Tetapi ada pendanaan yang tersedia untuk semua negara AMC melalui bank pembangunan multilateral, Bank Dunia dan sekarang juga open window dengan pendanaan yang cepat dan dapat diakses dari GAVI Dukungan pengiriman COVAX," kata Linstrand.

Advertisement

Linstrand menegaskan, yang terpenting saat masa pandemi Covid-19 ini adalah setiap orang berhak mendapatkan akses vaksin tanpa mempermasalahkan anggaran.

"Jadi dananya jangan terlalu banyak. Yang penting di sini adalah bahwa setiap orang memiliki hak dan harus memiliki hak akses ke vaksin ini terlepas dari masalah keuangan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anies Wajibkan Pemilik STRP Kantongi Sertifikat Vaksinasi Covid-19
Perlukah Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Bangun Herd Immunity, 1,3 Juta Warga Sulsel Divaksinasi Covid-19
Sebelum Tinggalkan Garut, Ratusan Penumpang Bus Divaksinasi Covid-19
AIIB Beri Utang Rp7,2 Triliun ke Indonesia untuk Perluas Distribusi Vaksin
Kasus Vaksinasi di Karawang, Polisi Sita Suntikan dan 2 Boks Vial Kosong

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.