LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Waspada, Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Picu Inflasi Berkepanjangan

Kenaikan harga minyak dunia ini bisa memengaruhi biaya logistik untuk impor bahan baku/penolong ke Indonesia. Naiknya biaya logistik tersebut bisa menyebabkan produsen menaikkan harga di tingkat konsumen.

2022-01-31 12:45:00
Inflasi
Advertisement

Inflasi pada Januari 2022 diperkirakan meningkat ke angka 2,1 persen (yoy). Namun, kenaikan harga minyak dunia perlu menjadi perhatian bersama karena bisa menyebabkan inflasi lebih tinggi lagi.

Saat ini harga minyak dunia telah mencapai USD 88 per barel. Secara tahunan, harga ini mengalami kenaikan hingga 64 persen.

"Perlu diperhatikan efek harga minyak dunia yang naik dan volatilitas nilai tukar," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (31/1).

Advertisement

Kenaikan harga minyak dunia ini bisa memengaruhi biaya logistik untuk impor bahan baku/penolong ke Indonesia. Naiknya biaya logistik tersebut bisa menyebabkan produsen menaikkan harga di tingkat konsumen.

"Biaya logistik yang mahal untuk impor akan sebabkan produsen menyesuaikan harga di level konsumen," kata dia.

Bhima melanjutkan, cepat atau lambat, biaya di sisi produsen akan diteruskan ke harga jual produk akhir. Khususnya elektronik, makanan minuman dan sparepart otomotif.

Advertisement

Gangguan Rantai Pasok

Gangguan rantai pasok global juga sangat dipengaruhi merebaknya kasus varian omicron di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Belum lagi ketegangan yang terjadi di Ukraina, menjadi pemicu lainnya kenaikan harga minyak dunia. Untuk itu Bhima menilai berbagai risiko global juga harus diperhatikan karena bisa memengaruhi spekulasi di pasar komoditas energi.

"Semoga tidak terjadi all out war ya dengan proxy Ukraina. Kalau sampai harga minyak mentah menembus USD 100 per barel, maka inflasi akan liar disertai depresiasi nilai tukar dan dampak ke Indonesia terjadi imported inflation," tutur Bhima.

Namun, sejauh ini keberadaan energi masih dijaga pemerintah dengan cara subsidi dan DMO. Tetapi hal ini tidak bisa dikesampingkan karena adanya kekhawatiran naiknya harga BBM, subsidi tarif listrik hingga LPG yang bisa memicu inflasi pada semester II.

"Banyak hal yang perlu jadi perhatian dari sisi energi karena harga minyak dunia terus naik signifikan," kata dia.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.