Wapres JK sebut harga BBM tergantung dolar dan harga minyak dunia
Menurut JK, pemerintah belum memutuskan harga BBM akan turun hingga level harga tertentu.
Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi memastikan langkah pemerintah kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdisi menjadi di kisaran harga Rp 6.400-6.500 per liter.
Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, harga minyak yang ditentukan pemerintah sangat erat kaitannya dengan harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
"Ya tentu itu tergantung dolar berapa hari ini kan, bisa naik turun, hari ini sekitar USD 48 per barel (harga minyak dunia) kan," ucap JK di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).
JK sapaan akrabnya menegaskan, apabila harga minyak turun, maka pemerintah memiliki rumusan baru terkait kebijakan harga BBM bersubsidi. Pagi ini tercatat harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) di pasar Nymex rebound 6,64 persen pada level USD 49,42 per barrel.
"Ya kan kalau harga minyak turun otomatis kan kita punya rumusan. Ya harus mengikuti harga minyak kan," ungkap JK.
Namun, menurut JK, pemerintah belum memutuskan harga BBM akan turun hingga level harga tertentu. "Belum bisa dilaporkan," tutur JK.
Baca juga:
Harga minyak turun, pemerintah niat bikin cadangan strategis
Indonesia bisa terus nikmati harga BBM murah tanpa disubsidi
Jokowi sebut harga minyak dunia turun berkah dari Allah
Menko Sofyan: Harga Pertamax bisa berubah dua minggu sekali
Harga tengah rendah, DEN desak pemerintah jor-joran impor minyak
DEN minta dana subsidi BBM dialihkan untuk energi baru