LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Wapres JK: Pemerintah Sanggup Anggarkan Rp 571 Triliun untuk DKI Jakarta

JK mengatakan, APBD DKI Jakarta saat ini mendekati angka Rp 100 triliun setiap tahunnya, dengan sisa anggaran hampir Rp 15 triliun. Sehingga dengan skema 10 tahun, maka anggaran yang diperlukan untuk proyek tersebut sebesar Rp 57 triliun per tahun.

2019-04-09 20:50:31
Jusuf Kalla
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah pusat dan provinsi DKI Jakarta sanggup menganggarkan dana Rp 571 triliun untuk pembangunan perbaikan Ibu Kota dalam kurun waktu 10 tahun.

JK mengatakan, APBD DKI Jakarta saat ini mendekati angka Rp 100 triliun setiap tahunnya, dengan sisa anggaran hampir Rp 15 triliun. Sehingga dengan skema 10 tahun, maka anggaran yang diperlukan untuk proyek tersebut sebesar Rp 57 triliun per tahun.

"APBD-nya DKI Jakarta itu sudah mendekati hampir Rp 100 triliun per tahun, sedangkan kalau kita lihat Rp 570 triliun itu berarti (sekitar) Rp 50 triliun per tahun. Jadi, secara perhitungan itu, DKI sendiri ditambah dengan Pusat itu sanggup melaksanakan," kata JK seperti dikutip Antara.

Advertisement

Konsep pembangunan dalam jangka waktu 10 tahun tersebut, menurut Wapres, menjadi lebih efektif dibandingkan pola pembiayaan infrastruktur saat ini yang dianggarkan 15 persen dari total APBD Pemprov DKI Jakarta.

Apabila tetap menggunakan skema saat ini, yakni dengan mengandalkan 15 persen anggaran infrastruktur, maka untuk mewujudkan DKI Jakarta sebagai kota metropolitan yang sesungguhnya akan memakan waktu sedikitnya 30 tahun dan Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya.

"Kalau dengan pola sekarang, yang hanya diberikan biaya infrastruktur dan sebagainya hanya 15 persen, itu 30 tahun belum tentu Jakarta akan sama dengan Bangkok dan Kuala Lumpur. Jadi DKI, Jabodetabek ini, harus menjadi metropolitan yang betul dalam 10 tahun," jelasnya.

Advertisement

Pembangunan DKI Jakarta, sebelumnya dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memerlukan perbaikan antara lain di sektor transportasi, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah dan perumahan.

Di sektor transportasi, Anies mengatakan dalam 10 tahun akan berupaya memperpanjang jalur MRT dari saat ini 16 Km menjadi 223 Km, jalur LRT dari kini 5,8 Km menjadi 116 Km, serta jalur TransJakarta dari sekarang 431 Km menjadi 2.149 Km.

Penyediaan kebutuhan air bersih di Jakarta juga menjadi prioritas perbaikan pembangunan, dari saat ini cakupannya 60 persen akan dioptimalkan menjadi 100 persen ketersediaan air bersih.

Selanjutnya terkait pengelolaan air limbah, Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan dapat mengolah 81 persen air limbah, yang saat ini baru 14 persen dikelola dengan baik.

Sementara itu di bidang perumahan, Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menambah 600 ribu unit rumah baru. Kemudian terkait perlintasan kereta sebidang, Anies mengatakan akan ada jalur rel kereta sepanjang 27 Km yang akan dinaikan agar tidak menjadi penghambat lalu lintas.

Baca juga:
Memantau Progres 6 Ruas Tol Jakarta di Kelapa Gading
Pemkot Jakarta Utara akan Bangun Taman Maju Bersama di Kolong Tol
Menanti Penataan Permukiman Kumuh di Ibu Kota
Bersamaan Debat Capres, DKI Padamkan Lampu di 7 Ikon Jakarta Saat 'Earth Hour'
Volume Sampah Di TPST Bantargebang Diperkirakan Bertambah 400 Ton Per Tahun
Pemprov DKI Apresiasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.