LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Wapres JK Pastikan Pemilu Berlangsung Aman dan Damai

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, keributan di media sosial membuat perspektif masyarakat hingga pelaku pasar mengkhawatirkan akan terjadinya kericuhan pada saat pemilu mendatang. Padahal, apabila melihat kondisi di lapangan aman-aman saja tidak seperti yang digambarkan di media sosial.

2019-02-28 10:48:35
Wapres Jusuf Kalla
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjamin pemilihan umum presiden (Pilpres 2019) akan berlangsung aman dan damai. Sebab, berkaca dari pada pengalaman sebelumnya kontestasi demokrasi selama ini tidak pernah diwarnai kericuhan.

"Dalam sejarah Indoensia kita sudah melakukan 11 kali Pilpres. Pilegnya yang ke 12 dan Pilpresnya bersama. selama 11 kali itu relatif aman dan damai," kata JK saat menjadi pembicara di CNBC Economic Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (28/2).

Dia mengatakan, kondisi pemilihan umum yang akan digelar serentak ini justru dibuat gaduh di media sosial. Keributan-keributan atau kabar pemberitaan hoax pun begitu bebas berkeliaran di media sosial.

Advertisement

Kondisi tersebut yang kemudian membuat perspektif masyarakat hingga pelaku pasar mengkhawatirkan akan terjadinya kericuhan pada saat pemilu mendatang. Padahal, apabila melihat kondisi di lapangan aman-aman saja tidak seperti yang digambarkan di media sosial.

"Jadi kita tidak perlu khawatirkan yang ribut itu bukan di lapangan, (tapi) di medsos saja. Di lapangan aman-aman saja bahkan cium-ciuman tidak ada yang bawa kita khawatir tentang pemilu," katanya.

"Kecuali satu kali di lapangan banteng 1998. Kemudian beberapa kota ada bakar-bakaran," tambah JK.

Advertisement

JK menambahkan, sejak reformasi bahkan tidak ada yang menjadi korban jiwa karena pemilu berlangsung. "Apabila kita lihat pemilu di Filipina, Pakistan, dan India asal pemilu kadang-kadang ratusan orang meninggal karena konflik pemilu. Tapi kalau di indoensia setelah reformasi tidak ada satu pun yang meninggal karena pemilu," pungkasnya.

Baca juga:
Anies Akui Beri Masukan Program Pendidikan ke Sandiaga Buat Debat Cawapres
BPN Prabowo Sebut Istilah 'Perang Total' Tanda Kubu Jokowi dalam Keadaan Tertekan
Sekjen PDIP: Jokowi Punya 3 'Kartu Sakti', Prabowo Cuma 1 'Kartu Mati'
Kemenkes Usul Debat Cawapres Bahas Penyakit Obesitas
Cak Imin Sebut Munas NU Titik Kebangkitan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jabar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.