Wapres JK minta pengusaha otomotif setop bahan baku impor
Bahan baku baja yang selama ini didatangkan dari luar negeri bisa dipenuhi hasil produksi dalam negeri.
Saat membuka gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show di Indonesia Convention Exhibition (ICX), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak menampik melemahnya kondisi perekonomian nasional saat ini.
"Dalam kondisi ekonomi yang melemah ini, dibutuhkan produk-produk yang lebih efisien, yang daya belinya lebih baik," kata JK, Kamis (20/8).
Produk yang efisien bisa dilihat dari penggunaan bahan baku. Wapres JK meminta pelaku sektor industri mengerem penggunaan bahan baku impor dan mengedepankan bahan baku lokal.
Pesan ini perlu disampaikan mengingat industri otomotif sarat bahan baku impor. JK menegaskan, sudah saatnya mengganti bahan baku impor dengan produksi dalam negeri.
Wapres mengingatkan, bahan baku baja yang selama ini didatangkan dari luar negeri bisa dipenuhi hasil produksi dalam negeri. Salah satunya baja.
"Upaya kita semua menjaga kapasitas itu dengan lebih meningkatkan substitusi impor. Dengan lebih banyak mobil, berarti butuh baja. Berarti butuh banyak plastik. Butuh banyak komponen. Kita punya pabrik baja, maka pakailah baja dalam negeri," kata JK.
Pemerintah sudah diwajibkan memaksimalkan penggunaan komponen lokal. Semisal PLN yang diharuskan memakai baja dari Cirebon untuk semua transmisinya. Kementerian PU segera memakai baja buatan dalam negeri.
Ketua umum PMI ini menegaskan, tanpa upaya saling mendukung satu sama lain, maka daya beli nasional akan menurun.
"Kalau anda efisiensi beli baja impor berarti anda membuat pengangguran industri dalam negeri. Kalau banyak menganggur, daya belinya menurun. Jadi tidak beli motor tidak beli mobil kalau banyak orang menganggur," papar JK.
(mdk/noe)