Wapres Boediono serukan eksportir simpan dana di dalam negeri
Boediono meyakini pengusaha, kondisi dan stabilitas ekonomi nasional aman dari guncangan ketidakpastian ekonomi dunia.
Pemerintah mengklaim selalu menerapkan kebijakan anggaran dengan sangat hati-hati. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kejatuhan fiskal, menjaga investasi serta stabilitas perekonomian nasional.
Dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah itu, Wapres Boediono meyakini Indonesia bakal mampu bertahan dari ketidakpastian global. Atas alasan itu pula, dia mengajak eksportir untuk tidak ragu-ragu menanamkan modal serta menyimpan dana hasil ekspornya di Indonesia.
"Kita bisa mempertahankan kestabilan ekonomi makro kita. Oleh karena itu, pelaku bisnis jangan ragu-ragu melanjutkan kegiatannya, jangan ragu membawa kembali penerimaan ekspornya di Indonesia, aman," ucap Boediono disambut riuh tepuk tangan saat membuka Trade Expo Indonesia 2013 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/10).
Dalam penjelasannya, Boediono menyebutkan kebijakan fiskal dengan sistem kehati-hatian sudah berjalan selama 40 tahun terakhir. Kondisi ini menjadikan Indonesia kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi dunia.
"Oleh sebab itu saya kira tinggal meneruskan untuk menjaga kestabilan ekonomi kita. Sasaran kita, dalam masa transisi ini, penyesuaian beberapa indikator utama untuk kegiatan bisnis, suku bunga, kurs, akan kita lakukan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada kejutan mengagetkan pelaku bisnis," katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga berjanji untuk menjaga tingkat inflasi agar tidak jatuh ke posisi terendah. Salah satunya dengan mengamankan suplai barang dan jasa, terutama kebutuhan pokok.
"Kita fokuskan, mengamankan arus harga barang-barang kebutuhan pokok, sangat penting bagi masyarakat dan ini juga akan mempengaruhi biaya buruh. Inflasi ini akan selalu jadi indikator pengambilan keputusan," paparnya.
(mdk/noe)