LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Wamenkeu Beberkan Fokus Kebijakan Fiskal di 2022

Fokus kebijakan fiskal tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi dan melaksanakan reformasi struktural untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Wamenkeu mengatakan, Pemerintah sudah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN tahun 2022 kepada parlemen melalui sidang paripurna DPR RI.

2021-05-21 10:28:15
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan, fokus kebijakan fiskal tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi dan melaksanakan reformasi struktural untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Wamenkeu mengatakan, Pemerintah sudah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN tahun 2022 kepada parlemen melalui sidang paripurna DPR RI.

Kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2022 itu di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkisar antara 5,2-5,8 persen, inflasi sekitar 3,0-3,1 persen, suku bunga SUN 10 tahun 6,32-7,27 persen; nilai tukar antara Rp 13.900-Rp15.000 per USD, harga minyak antara USD55 hingga USD65 per barel dengan lifting antara 686-726 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.031-1,103 barel perhari ekuivalen minyak.

"Sekarang yang sangat penting bagi perekonomian adalah memastikan bahwa kita memiliki keseimbangan. Setelah APBN bekerja sangat keras untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, pada titik tertentu kita harus melakukan konsolidasi fiskal," kata Suahasil, Jumat (21/5).

Advertisement

APBN sendiri telah bekerja keras menahan dampak Covid-19 selama dua tahun berturut-turut sehingga harus kembali disehatkan agar tetap berdaya tahan dan berkelanjutan, guna menstimulasi perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan. Tahun 2022 menjadi fondasi konsolidasi dan reformasi. Konsolidasi fiskal diarahkan untuk menyehatkan makro fiskal dalam rangka akselerasi pemulihan dan reformasi struktural.

Dia menambahkan, karena untuk penanganan pandemi Covid-19 defisit APBN tahun lalu dan tahun ini mengalami pelebaran yang cukup besar, maka pada titik tertentu Indonesia harus memastikan bahwa APBN bisa kembali sehat melalui konsolidasi fiskal.

"Dan untuk konsolidasi fiskal ini, kita harus melakukan reformasi pada pendapatan, reformasi belanja, dan reformasi dalam strategi pembiayaan. Ketiganya sekarang menjadi fokus yang sangat penting bagi kami di Kementerian Keuangan," tutupnya.

Advertisement

Selain itu, dia menyebut tiga game changer untuk penanganan Covid-19 pada 2021 menjadi salah satu dasar pemikiran Pemerintah dalam menyusun desain kebijakan RAPBN Tahun 2022. Game changer ini akan menjadi fondasi dasar dari program pemulihan yaitu intervensi kesehatan, survival and recovery kit dan reformasi struktural.

"Kalau anda bertanya kepada saya bagaimana strategi pasca covid untuk pemulihannya. Saya benar-benar berpikir ada pada ketiganya," tandasnya.

Baca juga:
Sri Mulyani: Penyusunan Kebijakan Fiskal di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian
Meski Membaik, Sri Mulyani Ingatkan Masih Ada Ancaman Mengintai Ekonomi RI
Di Sidang Paripurna DPR, Menteri Sri Mulyani Ungkap Ekonomi Berada di Tren Perbaikan
Di Sidang Paripurna, Sri Mulyani Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,8 Persen
Ada Diskon Pajak, Penjualan Mobil April 2021 Melonjak 227 Persen
Peluang & Tantangan Indonesia saat Ekonomi China dan Amerika Serikat Berangsur Pulih

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.