WALHI ungkap 162 nelayan rugi akibat terdampak tumpahan minyak Teluk Balikpapan
Pengampanye Ekosistem Esensial WALHI, Wahyu Perdana, mengungkapkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu (31/3) menimbulkan banyak akibat negatif. Tercatat ada 162 nelayan yang batal melaut. Selain itu, dampak yang tidak bisa diabaikan adalah terhadap kelestarian ekosistem laut.
Pengampanye Ekosistem Esensial WALHI, Wahyu Perdana, mengungkapkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu (31/3) menimbulkan banyak akibat negatif. Tercatat ada 162 nelayan yang batal melaut.
"Ada 162 nelayan tidak berani melaut dan ada (perahu) yang tertinggal di tengah laut karena mesin-mesinnya rusak," ungkapnya dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/4).
Hal ini, menurut dia, bakal mengganggu perekonomian masyarakat. "Kalau itu (tumpahan minyak) pergi keluar, khususnya nelayan kecil pasti ekonominya terganggu. Kunjungan menurun, orang tidak main kesana lagi," kata dia.
Selain itu, dampak yang tidak bisa diabaikan adalah terhadap kelestarian dan keasrian ekosistem laut di area tumpahan minyak.
"Wilayah itu ada pesut, lumba-lumba. Itu kan ekosistem yang terganggu, kayak plankton, kalau hilang kan bisa mati ikannya. Belum lagi ada keramba kepiting dan budidaya rumput laut," tandasnya.
Baca juga:
Pertamina kerahkan 21 kapal dan 234 petugas pembersihan tumpahan minyak Balikpapan
Menteri Jonan serahkan masalah kerusakan lingkungan akibat minyak tumpah ke KLHK
Dinas Lingkungan Hidup Kaltim akan gugat Pertamina soal minyak cemari laut
Luasan daerah terpapar minyak mentah Pertamina di Balikpapan capai 12 ribu hektare
Kapolda Kaltim: Pipa Pertamina putus karena tertarik benda sejauh 100 meter
Tumpahan minyak di laut Balikpapan diduga kuat akibat kegiatan transhipment ilegal
Begini kondisi hutan bakau di Balikpapan yang rusak tercemar minyak