Volume Sampah Di TPST Bantargebang Diperkirakan Bertambah 400 Ton Per Tahun
Volume sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi akan terus melonjak setiap per tahunnya. Ini terlihat dari total produksi sampah yang hasilkan DKI Jakarta saja mencapai 7-8 ribu ton per harinya.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Yusmada Faisal memperkirakan, volume sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi akan terus melonjak setiap per tahunnya. Ini terlihat dari total produksi sampah yang hasilkan DKI Jakarta saja mencapai 7-8 ribu ton per harinya.
"Di tempat ini tidak kurang dari 7.000 ton sampah diangkut dari Kota Jakarta, dan dilayani 1.200 truk sampah. Volume sampah diperkirakan akan terus meningkat 400 ton per tahun," katanya saat ditemui di Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (25/3).
"Artinya sudah saatnya kita sudah harus memikirkan bagaimana kita mengakhiri proses pengolahan sampah di Bantargebang ini," sambung dia.
Yusmada memperhitungkan, apabila kapasitas sampah di TPST Bantargebang setiap tahunnya terus naik, maka diperkirakan pada 2021 mendatang akan selesai atau ditutup. Artinya, daya tampung sampah dari Bekasi maupun Jakarta, tidak lagi dapat dibuang di sana.
"Hitungan kasar kami, kalau 115 hektare yang ada di Pemprov DKI dengan 15 hektare di Bekasi, dengan 70.000 ton tambahan itu diperkirakan 2021 selesai. 3 tahun ini akan selesai. Artinya kita siap-siap mengalami darurat sampah," katanya.
Menyikapi hal tersebut, Pemprov DKI sendiri mengaku telah memiliki tiga paket kebijakan strategis dalam penanganan sampah. Di mana, pertama adalah mencoba menekan atau mengurangi sampah dari sumber hulunya. Yakni baik dari rumah, kantor, pasar hingga hotel dan sebagiannya.
Kemudian, kebijakan strategis kedua yang dilakukan pihaknya yakni melalui Intermediate Treatment Facility (ITF) atau fasilitas pengolahan sampah yang dibangun di Sunter, Jakarta. "Hanya kapasitas 2.200 ton per hari, itu insya Allah kalau lancar baru beroprasi 2021 saat Bantargebang ini tutup," imbuhnya.
Terakhir, yakni melalui optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang baru saja dioperasikan. Sehingga ini diharapkan dapat mengelola sampah dengan baik bahkan bisa mengurangi volume sampah.
"Keberhasilan mengelola sampah di Jakarta sangat penting dan menjadi harapan kita semua untuk itu dibutuhkan kesadaran oleh kita semua, dibutuhkan kesadaran seluruh stakeholder terkait pengelolaan sampah pemukiman, kawasan komersial dalam mengelola sampah secara mandiri," pungkasnya.
Baca juga:
Pemprov DKI Apresiasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang
Menristekdikti Waspadai Darurat Sampah di Jakarta dan Bekasi
Tanggapan Anies Soal Postingan Leonardo DiCaprio Yang Soroti Bantargebang
Di Hadapan Anies, Bupati Kepulauan Seribu Keluhkan Air Bersih Sampai Masalah Sampah
Usia 30 Tahun, TPST Bantar Gebang Diperkirakan Penuh 3 Tahun Lagi