LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

VIVA catatkan pendapatan Rp 2,68 triliun di 2016

Kinerja VIVA tahun lalu terjadi karena meningkatkan audience shares selama 2016. Secara keseluruhan, tahun ini VIVA group mencatat audience shares sebesar 19,4 untuk all people dan terus meningkat terus pada 2 bulan pertama tahun 2017 yaitu Januari sebesar 20,6 dan Februari sebesar 20,5.

2017-03-30 16:29:15
Bakrie
Advertisement

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,68 triliun pada 2016 atau tumbuh sebesar 27 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 2,109 triliun.

"Pertumbuhan pendapatan VIVA di Industri yang mencapai 27 persen, lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata industri sebesar 22 persen (YoY)," ujar Presiden Direktur VIVA, Anindya N.Bakrie dalam keterangannya, Kamis (30/3).

Peningkatan pendapatan VIVA ini diikuti juga dengan peningkatan EBITDA. Di mana, tahun ini EBITDA perseroan mencapai Rp 858 miliar atau tumbuh 37 persen YoY.

Advertisement

"Seiring peningkatan EBITDA tersebut, marjin EBITDA VIVA tahun 2016 mencapai 32 persen dibandingkan periode 2015 yang mencapai 29,8 persen YoY. Kami akan berusaha untuk terus meningkatkan marjin EBITDA VIVA," kata Anin.

Kinerja VIVA tahun lalu terjadi karena meningkatkan audience shares selama 2016. Secara keseluruhan, tahun ini VIVA group mencatat audience shares sebesar 19,4 untuk all people dan terus meningkat terus pada 2 bulan pertama tahun 2017 yaitu Januari sebesar 20,6 dan Februari sebesar 20,5.

"Pertumbuhan pendapatan VIVA, khususnya ANTV adalah buah dari penerapan strategi yang ditetapkan oleh manajemen ANTV pada akhir kuartal ketiga 2013, yaitu mengubah fokus bidikan pemirsa menjadi wanita dan anak-anak. Sejak strategi ini diterapkan, ANTV secara konsisten berhasil meningkatkan TV Sharenya sampai saat ini, melalui penyajian program-program unggulan yang berkualitas yang tepat bagi para pemirsanya dan pengiklan."

Advertisement

Analis pasar modal dari Bina Artha Securities, Reza Priyambada menilai, pertumbuhan pendapatan VIVA ditopang oleh kinerja MDIA melalui Entitas Anaknya yaitu ANTV, dengan pemilihan program yang memiliki segmen tertentu di masyarakat. "Program-program acara yang dikemas oleh ANTV, memberikan warna tersendiri dimata masyarakat sehingga ada peningkatan jumlah pangsa pemirsa," ucap Reza.

Sementara itu, analis pasar modal dari Bahana Securities Henry Wibowo mengatakan, pertumbuhan belanja iklan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Misalnya, pada kuartal III-2016, TV adex tumbuh 5 perseb YoY lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2016 yang mencatatkan pertumbuhan 11 persen YoY. Hal ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2016 dibandingkan dengan kuartal II periode itu.

Namun, Henry menilai, kinerja perusahaan media diprediksi pada 2017 masih kinclong. Menurutnya, belanja iklan bersih alias net advertising expenditure (adex) masih bisa meningkat 10 persen. Di mana perusahaan media, terutama televisi, masih mendominasi belanja iklan dengan pertumbuhan positif. Di industri ini, belanja iklan televisi setara 64 persen total adex, diikuti dengan media cetak 19 persen, online 12 persen, media luar ruang 3 persen dan radio sebesar 2 persen.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.