Virus Corona Masuk Indonesia, Erick Thohir Cek Kesiapan Stok Beras
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan kesiapan stok beras usai Indonesia dinyatakan positif Corona. Dia menyatakan, Bulog siap menjamin ketersediaan pasokan beras imbas Corona dan jelang Lebaran 2020 mendatang.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan kesiapan stok beras usai Indonesia dinyatakan positif Corona. Erick datang bersama rombongan di gudang beras Bulog di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.
Menurut pantauan Liputan6.com, Erick sampai di gudang Bulog pukul 10.50 WIB dan langsung disambut oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso. Setelah melihat-lihat, Erick menyatakan Bulog siap menjamin ketersediaan pasokan beras imbas Corona dan jelang Lebaran 2020 mendatang.
"Kita ingin pastikan, stok beras aman, baik untuk menghadapi Corona maupun untuk lebaran. Stok beras ini 1,6 juta setengah, apalagi nanti rencananya panen raya agak maju jadi mudah-mudahan stabil," ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/3).
Dia menambahkan, Bulog terus berupaya memperbaiki distribusi baik offline maupun online. Yang penting, jangan sampai mafia beras memanfaatkan kesempatan ini hingga merugikan rakyat.
"Yang tidak boleh itu beras dimafiakan. Jangan sampai ketika rakyat butuh harganya mahal, ketika panen dibanting petani dimiskinkan. Harus win-win solution," imbuhnya.
Stok Beras Aman Hingga Lebaran 2020
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan stok beras jelang Ramadan dan Idul Fitri 2020 aman. Tercatat, stok beras nasional yang ada di gudang Bulog di seluruh Indonesia saat ini mencapai 1,7 juta ton.
"Dengan stok BULOG yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini," kata Budi di Kelapa Gading, Kamis (27/2).
Kendati begitu untuk menjaga stabilisasi harga beras medium Perum BULOG di seluruh wilayah terus aktif melaksanakan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium. Adapun realisasi pelaksanaan KPSH sejak Januari sampai dengan tanggal 26 Februari 2020 sebesar 300 ribu ton.
"Kegiatan KPSH kami laksanakan setiap hari secara masif melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta distributor sehingga mampu menahan laju kenaikan harga beras hampir selama tahun 2019," tegasnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)