Vietnam beri sinyal impor bus dari Indonesia
Indonesia memiliki peluang untuk mengekspor bus ke Vietnam. Hal ini ditandai dengan diterimanya Vehicle Type Approval yang dimiliki Indonesia oleh Vietnam. Dengan sertifikat tersebut, Indonesia telah dapat memenuhi standar Euro 4 yang dibutuhkan Vietnam.
Pemerintah Indonesia dan pemerintah Vietnam telah melakukan konsultasi terkait diberlakukannya Prime Minister Degree No. 116/2017/ND-CP dan Circular No. 04/2018/TT-BGTVT atau keputusan tentang persyaratan manufaktur, perakitan dan impor kendaraan bermotor, perdagangan jasa jaminan dan pemeliharaan kendaraan bermotor.
Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Agus Saptono mengatakan dengan adanya konsultasi tersebut menandakan Indonesia memiliki peluang untuk mengekspor bus ke Vietnam.
"Konsultasi teknis yang dilakukan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Vietnam tersebut dalam rangka untuk mendapatkan konfirmasi atas keberterimaan sertifikat type approval yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk memenuhi ketentuan yang keluarkan oleh Pemerintah Vietnam," kata Agus melalui keterangan resminya, Kamis (1/3).
Direktur Sarana Perhubungan Darat Eddy Gunawan mengatakan pemerintah Vietnam mengharapkan industri otomotif di Indonesia dapat mengikuti regulasi yang diterapkan oleh pihak Vietnam saat melakukan impor kendaraan. Salah satu syaratnya dengan menyampaikan sertifikat Vehicle Type Approval kepada pihak Vietnam.
"Pada dasarnya VTA yang dimiliki pihak Indonesia secara substansi telah diterima secara positif oleh pihak Vietnam namun diperlukan beberapa penyempurnaan terhadap format sesuai informasi tambahan yang disampaikan pihak Vietnam sebagaimana diatur didalam regulasi Vietnam," ujar Eddy.
"Terkait dengan standar yang dibutuhkan oleh pihak Vietnam yaitu Euro 4, Indonesia telah memenuhi karena di BPLJSKB telah memiliki peralatan uji standard Euro 4," lanjutnya.
Pertemuan terakhir dilakukan dengan Wakil Menteri Transportasi Vietnam terkait pelaksanaan peraturan Prime Minister Decree 116. Pihak Indonesia meyakinkan bahwa Indonesia telah memiliki sertikat VTA yang telah dapat memenuhi standar Euro 4 mengingat Indonesia telah memiliki peralatan uji standar Euro 4 tersebut.
Mempelajari VTA Indonesia tersebut, pihak Vietnam memberikan informasi tambahan yang diperlukan agar VTA Indonesia tersebut dapat diterima dan diterapkan di Vietnam. "Untuk itu, Indonesia dapat menerima informasi tambahan tersebut dan segera menyesuaikan sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Vietnam," jelas Eddy.
Dari hasil pertemuan tersebut, diharapkan proses ekspor kendaraan ke Vietnam segera dapat dilaksanakan secara normal kembali. Namun hal ini perlu juga ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak Gaikindo sebagai pelaku usaha bisnis otomotif untuk dapat segera mengikuti dan melaksanakan ketentuan yang diterapkan oleh pihak Vietnam tersebut.
Baca juga:
Daftar masalah industri kreatif Indonesia, termasuk masih terkonsentrasi di Jawa
Ketua MPR Zulhasan: Setop impor beras, jagung dan komoditas lainnya
Presiden Jokowi: Jangan sampai kita selalu impor bahan baku obat
Tak ingin punah seperti ikan sidat, alasan pemerintah larang penjualan benih lobster
Kemendag keluarkan izin impor daging kerbau 100 ton di 2018