Utang Indonesia ke ADB sudah lebih dari Rp 22 triliun
Jumlah utang ini disebut akan makin besar di tahun depan.
Gubernur Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk Jerman, Hans-Joachim Fuchtel menyebut total dana pinjaman yang sudah masuk ke Indonesia mencapai USD 1,6 miliar atau lebih dari Rp 22 triliun (kurs Rp 13.800).
Fuchtel yakin angka itu akan semakin besar di masa mendatang, utamanya untuk beberapa sektor seperti pendidikan dan energi.
"Portofolio ADB di Indonesia saat ini mencapai USD 1,6 miliar dan kami sangat yakin ke depannya bantuan ini akan makin besar khususnya di bidang pendidikan, energi, perubahan iklim," kata Fuchtel di kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/12).
Terkait energi, Fuchtel mendukung proses penggunaan batubara sebagai sumber energi. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia secara bertahap mengganti bahan bakar konvensional dan memanfaatkan energi alternatif serta energi baru dan terbarukan.
"Proses ini terus berlanjut dan kita perlu beralih secepatnya," imbuh Fuchtel.
Fuchtel pun menjelaskan maksud kedatangannya menemui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro adalah untuk menyampaikan undangan pertemuan ADB ke-49 di Frankfurt, Jerman, Mei 2016 mendatang.
Baca juga:
Utang luar negeri tembus Rp 4.118 T, BI klaim masih aman
Imbangi China, Jepang bakal permudah utang negara berkembang
Jerman ingin tingkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia
Banyak keributan, pengusaha RI 'larikan' uang ke Singapura dan Swiss
Industri e-Commerce Indonesia bisa jadi terbesar di Asia Tenggara