Utang asing sektor pertambangan tumbuh tertinggi
Total utang sektor pertambangan dan penggalian ialah USD 25,7 miliar.
Bank Indonesia (BI) melansir posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sektor swasta terbaru ialah sebesar USD 99,8 miliar. Pertumbuhan utang luar negeri swasta, berdasarkan sektor ekonomi, terbesar oleh pertambangan dan penggalian. Pangsa pasar dua sektor itu melonjak 6 persen menjadi 26 persen (yoy) atau USD 25,7 miliar dari 20,5 persen pada tahun sebelumnya.
Namun, Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowaty mengatakan posisi utang luar negeri swasta masih tetap terarah pada sektor keuangan, persewaan dan jasa keuangan sebesar 26 persen atau USD 36,8 miliar, disusul industri pengangkutan dan komunikasi sebesar 8 persen atau USD 10,5 miliar. Dan utang luar negeri swasta sektor lainnya mencapai USD 22,5 miliar.
"Utang luar negeri swasta memang paling besar pertumbuhan di pertambangan," ujarnya saat acara 'BI Bincang Media' di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/2).
Sementara, berdasarkan jangka waktu, utang luar negeri swasta didominasi oleh jangka panjang sebesar 11,7 persen (yoy) atau melambat 22,7 persen (yoy) pada tahun sebelumnya.
Utang luar negeri swasta jangka panjang dari perbankan terakselerasi menjadi 35,7 persen (yoy) dari 25 persen (yoy) dan dari non-bank melambat dari 22,6 persen (yoy) di 2012 menjadi 9,9 persen (yoy).
Di sisi lain, utang luar negeri swasta bank jangka pendek turun 6,8 persen (yoy) dari 24,5 persen (yoy). Sedangkan, utang luar negeri jangka pendek non bank tumbuh 24,8 persen (yoy) dari 1,8 persen (yoy).(mdk/bim)