Update Harga Emas Hari Ini 10 April 2026, Antam dan UBS Serempak Turun
Berikut adalah informasi terkini mengenai harga emas di Pegadaian untuk hari ini, Jumat, 10 April 2026.
Pada hari Jumat, 10 April 2026, harga emas yang ditawarkan oleh Pegadaian mengalami penurunan signifikan untuk ketiga jenis emas, yaitu emas UBS, emas Antam, dan emas Galeri24. Masing-masing harga emas tersebut kini tercatat pada angka Rp 2.879.000 untuk UBS, Rp 2.964.000 untuk Antam, dan Rp 2.865.000 untuk Galeri24 per gram. Sebelumnya, pada Kamis pagi (9/4), harga emas UBS berada di Rp 2.923.000, Antam di Rp 3.016.000, dan Galeri24 di Rp 2.908.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk jenis emas Galeri24, tersedia dalam kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara itu, emas UBS dijual dengan kuantitas antara 0,5 gram hingga 500 gram. Harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan untuk kuantitas 0,5 hingga 100 gram. Untuk harga emas Antam yang tertera di laman resmi Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB. Berikut adalah daftar lengkap harga emas di Pegadaian hari ini, Jumat (10/4/2026), berdasarkan informasi dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.503.000
- 1 gram: Rp2.865.000
- 2 gram: Rp5.662.000
- 5 gram: Rp14.049.000
- 10 gram: Rp28.023.000
- 25 gram: Rp69.680.000
- 50 gram: Rp139.251.000
- 100 gram: Rp278.363.000
- 250 gram: Rp694.198.000
- 500 gram: Rp1.388.396.000
- 1.000 gram: Rp2.776.790.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.534.000
- 1 gram: Rp2.964.000
- 2 gram: Rp5.866.000
- 3 gram: Rp8.773.000
- 5 gram: Rp14.586.000
- 10 gram: Rp29.115.000
- 25 gram: Rp72.657.000
- 50 gram: Rp145.231.000
- 100 gram: Rp290.381.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.556.000
- 1 gram: Rp2.879.000
- 2 gram: Rp5.713.000
- 5 gram: Rp14.117.000
- 10 gram: Rp28.085.000
- 25 gram: Rp70.077.000
- 50 gram: Rp139.866.000
- 100 gram: Rp279.620.000
- 250 gram: Rp698.844.000
- 500 gram: Rp1.396.048.000
Harga Emas Hari Ini Melonjak dan Mencapai Rekor Tertinggi Kembali
Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 1% pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) disebabkan oleh melemahnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, para investor sedang menilai ketahanan gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran, serta menunggu rilis data indeks harga konsumen untuk bulan Maret di AS yang dijadwalkan pada hari Jumat.
Dikutip dari CNBC, pada hari Jumat (10/4/2026), harga emas meningkat sebesar 1,7% menjadi USD 4.796,50 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS juga naik tipis sebesar 1% menjadi USD 4.823,00.
Indeks dolar AS menunjukkan pelemahan. Dolar yang lebih lemah ini membuat emas batangan menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. "Melemahnya dolar telah membantu emas kembali pulih, tetapi ada kehati-hatian di pasar karena para pelaku mencoba menafsirkan arti gencatan senjata tersebut," ungkap Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures. Ia juga menambahkan, "Berita utama tentang gencatan senjata sangat menggembirakan bagi emas, tetapi harga telah turun dari level tertinggi baru-baru ini karena mulai terlihat tanda-tanda keretakan."
Di sisi lain, Israel melanjutkan bombardir terhadap lebih banyak target di Lebanon, yang menurut Teheran harus dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, tidak ada tanda-tanda bahwa Iran telah mencabut blokade Selat Hormuz, yang menunjukkan bahwa situasi di kawasan tersebut masih sangat tegang.
Kegagalan dalam Proses Negosiasi
Kegagalan dalam negosiasi dan meningkatnya ketegangan perang dapat berisiko meningkatkan biaya energi serta inflasi. Hal ini berpotensi memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga dalam posisi lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Akibatnya, daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil dapat berkurang, meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai aset yang melindungi terhadap inflasi.
Sejak dimulainya perang antara AS-Israel dan Iran pada 28 Februari, harga emas di pasar spot telah mengalami penurunan hampir 10%.
Pasar kini menantikan rilis data indeks harga konsumen AS untuk bulan Maret yang dijadwalkan pada hari Jumat. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi, yang menjadi indikator inflasi pilihan bagi The Fed, telah meningkat 2,8% dalam periode 12 bulan hingga Februari, sesuai dengan ekspektasi, dan diperkirakan akan terus meningkat pada bulan Maret.
Sementara itu, harga perak di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 2,3% menjadi USD 75,84 per ons. Harga platinum juga bertambah 2,6% menjadi USD 2.082,78, dan harga paladium naik sedikit sebesar 0,3% menjadi USD 1.559,10.