LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Untuk jadi negara maju, Indonesia bisa belajar dari Korsel

Menkeu: Orang Korea Selatan hebat, mengubah riset dan penelitian sebagai senjata mengangkat derajat bangsanya.

2014-02-06 18:29:31
Korea Selatan
Advertisement

Korea Selatan adalah contoh sukses negara yang berhasil meningkatkan status ke level pendapatan tinggi alias negara maju. Padahal empat puluh tahun lalu, Negeri Ginseng itu termasuk negara miskin yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.

Pada periode 1960-an, ekspor unggulan Korsel adalah biji besi, sutra, dan ikan segar. Sejak peralihan milenium, ekspor tertinggi kini sekarang kapal, telepon seluler, dan peralatan semikonduktor.

Pengajar Institut Sains dan Teknologi Korea Selatan Woosung Lee membagikan tips mengapa negaranya bisa memacu pertumbuhan, dan akhirnya menyejajarkan diri dengan negara-negara maju lainnya.

Advertisement

Strategi utamanya adalah peningkatan dana penelitian dan riset oleh pemerintah. Pada 1960, dana riset Korsel pada anggaran nasional cuma USD 1,4 miliar. Dua tahun lalu, nominalnya sudah mencapai USD 44 miliar, setara lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

"Kami kini bersaing dengan Denmark, Swedia, Jepang, maupun Amerika Serikat dalam hal dunia riset teknologi," ujarnya saat mengisi seminar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (6/2).

Tips lainnya, jangan biarkan pendanaan riset terus menerus ditanggung negara. Korsel dalam dua dekade terakhir berhasil mengajak swasta terlibat membiayai pengembangan teknologi atau inovasi produk-produk yang sudah ada.

Advertisement

"Perbandingan antara pembiayaan riset antara pemerintah dan swasta sekitar 29 persen banding 71 persen," ungkap Woosung.

Karena anggaran riset melonjak, maka jumlah orang pintar yang mengabdikan diri untuk menyokong pengembangan produk bagi industri turut meningkat. Pada 1964, jumlah peneliti di Korsel baru 2.962 orang, kini melampaui 300.000-an.

Woosung sekaligus menceritakan bahwa investasi dalam bentuk dana riset di negaranya efektif memberikan imbal hasil, baik langsung maupun tidak langsung. Dana penelitian bidang elektronik, tingkat imbal hasilnya mencapai 91,2 persen, demikian pula transporatasi yang mencapai 67,8 persen.

Menteri Keuangan Chatib Basri pun mengakui kehebatan orang Korea Selatan dalam mengubah riset dan penelitian sebagai senjata mengangkat derajat bangsanya. Tak cuma produk manufaktur, negeri ginseng itu kini juga mengekspor produk kreatif, seperti Korean Pop (K-Pop).

"Bahkan kebudayaan sudah diekspor melalui k-pop, gangnam stye, itu jangan dianggap bukan bagian dari desain, itu bagian dari industrial perencanaan mereka. Indonesia harus mengarah ke sana," kata Chatib.

Selain menambah anggaran penelitan, tugas pemerintah kata menkeu, adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini harus segera dijalankan, karena peluang Indonesia terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah tinggal kisaran 13-15 tahun lagi.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.