Unilever minta pembangunan infrastruktur di Sei Mangkei dikebut
Produksi pertama pabrik ini diharapkan dapat mencapai 200.000 ton.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menargetkan pembangunan pabrik oleochemical dapat beroperasi pada kuartal pertama 2015. Produksi pertama pabrik ini diharapkan dapat mencapai 200.000 ton.
"Itu adalah sister company, tidak dikonsolidasikan. Saat ini sedang pre comissioning sehingga awal tahun bisa produksi," ujar External Relations Director and Corporate Secretary Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso di Jakarta, Kamis (18/9).
Produksi sebesar 200.000 ton tersebut akan digunakan 15 sampai 20 persen kebutuhan dalam negeri. Sisanya 80 persen di ekspor ke sister company yang berada di Asia, Eropa, Amerika. "Intinya sekarang progresnya masih jalan," kata dia.
Pihaknya meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Baik itu infrastruktur jalan, kereta api, pelabuhan dan akan ada KEK. Pusatnya agar bisa ke Belawan. Kalau itu bisa dikebut juga oleh pemerintah, bisa dilakukan juga untuk operasi," kata dia.
Dengan dibangunnya infrastruktur di sekitaran pabrik, akan membuat banyak dampak positif. "Efeknya kelancaran distribusi barang kami untuk masuk dan keluar," katanya.
Pabrik ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Dengan empat produk yakni fatty acid, surfactant, soap noodles dan glycerine. Kehadiran Unilever sebagai pionir di KEK Sei Mangkei diharapkan bisa menarik banyak investor untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.