LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Uni Eropa: Kami Tidak Menyangkal Kehebatan Kelapa Sawit Indonesia

Pejabat Delegasi Uni Eropa, Michael Bucki mengatakan, sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mampu memproduksi minyak kelapa sawit dengan jumlah besar.

2019-09-05 13:48:16
kelapa sawit
Advertisement

Uni Eropa mengakui kelapa sawit asal Indonesia memiliki kualitas dan kuantitas sebagai penghasil minyak nabati terbaik, dibandingkan tanaman-tanaman lain seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai.

Pejabat Delegasi Uni Eropa, Michael Bucki mengatakan, sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mampu memproduksi minyak kelapa sawit dengan jumlah besar.

Di mana kelapa sawit mampu memproduksi 4 ton minyak nabati setiap hektare (Ha). Sementara, produktivitas bunga matahari hanya 0,6 ton per Ha dan kedelai hanya 0,4 ton per Ha.

Advertisement

"Kami tidak menyangkal kehebatan kelapa sawit. Kelapa sawit adalah tanaman yang luar biasa, bisa tumbuh dengan sangat cepat, memproduksi lebih banyak minyak dan membutuhkan lahan yang lebih sedikit. Itu semua tidak perlu dipertanyakan lagi," kata Michael Bucki di Jakarta, Kamis (5/9).

Kendati begitu, Menurut Michael Bucki jika dilihat dari segi pelepasan karbon ke udara, kelapa sawit menjadi terburuk. Sebab berdasarkan data pihaknya, sebanyak 45 persen dari ekspansi kelapa sawit terjadi di daerah dengan cadangan karbon tinggi.

Sedangkan, tanaman sumber minyak nabati lain hanya melepas karbon paling besar 10 persen. "Kami melihat ini bukan secara kualitas tanaman, tetapi secara pendekatan kepada lingkungan," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
BPS: Harga Grosir Cabai, Kelapa Sawit dan Kambing Naik di Agustus 2019
Harmonisasi Regulasi Diperlukan untuk Akhiri Polemik Sawit
Luhut: Negara Barat Sangat Butuh Kita dalam Pengurangan Emisi
Menko Luhut: 81 Persen Industri Sawit Tak Penuhi Ketentuan yang Berlaku
Permintaan Banyak, PT JAS Mulia Rutin Ekspor Palm Kernel ke Malaysia
Airlangga: Tak Perlu Mengemis ke Negara Lain untuk Naikkan Harga CPO

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.