Ujian Seleksi CAT PPPK 2022 Bisa Dibatalkan atau Ditunda, Ini Penyebabnya
Pelaksanaan ujian CAT PPPK 2022 ditunda jika terjadi gangguan koneksi internet selama tiga jam saat pelaksanaan seleksi. Kemudian baru bisa dilanjutkan bila jaringan sudah normal dengan catatan waktu belum melewati pukul 20.00.
Seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi Tenaga Kesehatan resmi dimulai sejak Selasa (6/12) di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta. Jumlah titik lokasi pelaksanaan seleksi berlangsung di 132 tempat termasuk di BKN Pusat.
Namun, dalam pelaksanaan tes ini BKN mengabarkan bahwa seleksi CAT PPPK 2022 dapat ditunda atau bahkan dibatalkan. Kebijakan itu diambil jika terjadi beberapa persoalan.
Tim Khusus CAT BKN Abdul Haris Nasution mengatakan bahwa pelaksanaan ujian CAT PPPK 2022 ditunda jika terjadi gangguan koneksi internet selama tiga jam saat pelaksanaan seleksi. Kemudian baru bisa dilanjutkan bila jaringan sudah normal dengan catatan waktu belum melewati pukul 20.00.
"Aturan tambahannya itu jika terjadi kendala internet selama tiga jam kalau misalkan selama pelaksanaan tes itu masih bisa dilaksanakan sebelum jam 8 malam bisa dilanjutkan jika internet tadi sudah dalam kondisi normal," kata Abdul mengutip unggahan akun Instagram @bkngoidofficial, Jumat (16/12).
Sementara itu, apabila melebihi waktu tersebut, tapi internet tak kunjung membaik maka panitia seleksi akan melakukan penjadwalan ulang terhadap peserta ujian.
Ujian Dibatalkan
Selain itu, ujian CAT PPPK bisa saja dibatalkan. Aturan ini diberlakukan jika ditemukan adanya indikasi kecurangan. Sebab, demi mencegah kecurangan, BKN sudah menyiapkan sarana dan prasarana pelaksanaan CAT sebaik mungkin. Salah satunya peramban yang digunakan oleh peserta ujian CAT PPPK.
"Kalau indikasi kecurangan itu untuk yang sekarang dengan peramban sendiri ini itu sudah memfilter adanya kecurangan dalam segi misal aplikasi yang lain atau aplikasi remote tadi misalkan ada oknum yang menginstall selain dari peramban ini itu juga dapat dilakukan karena peramban ini sendiri bisa difilter," ungkap Abdul.
Adanya filter tersebut dapat membatasi peramban yang terkoneksi dengan aplikasi lain. Jadi, peserta tidak dapat mengaksesnya.
"Dari pemfilteran IT, dari penggunaan peramban sendiri ini, bisa kita pantau jika ada koneksi lain untuk masuk mereka tidak bisa mengakses si peramban ini karena itu sudah berbeda untuk meremotenya tadi untuk menginstall aplikasi remote juga itu tidak dapat dilakukan," pungkasnya.
(mdk/idr)