Uang Rp10.000 Kini Bisa Investasi Reksa Dana Syariah di Tokopedia
Reksa dana pasar uang syariah ini melengkapi produk reksa dana konvensional sebelumnya hanya bisa dibeli hanya dengan Rp 10.000 saja lewat Tokopedia.
Tokopedia bekerja sama dengan marketplace finansial yakni Bareksa meluncurkan produk reksa dana syariah Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra yang dikelola Mandiri Manajemen Investasi (MMI).
Reksa dana pasar uang syariah ini melengkapi produk reksa dana konvensional sebelumnya hanya bisa dibeli hanya dengan Rp10.000 saja lewat Tokopedia.
Kerja sama Tokopedia Reksa Dana Syariah ini ialah layanan terbaru perusahaan yang memungkinkan masyarakat Indonesia berinvestasi syariah dengan lebih mudah, aman, dan murah.
"Ini juga aman karena diawasi oleh OJK dan juga Dewan Pengawas Syariah (DPS). Semoga ini mendorong masyarakat agar lebih semangat berinvestasi karena bisa memulainya dengan hanya Rp10.000 saja," terang VP Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak di Jakarta, Kamis (9/5).
Berdasarkan data Bareksa, per Februari 2019, industri reksa dana syariah mencatatkan dana kelolaan (AUM) Rp36,83 triliun atau meningkat 21,63 persen dibandingkan Februari 2018. Namun, bila dibandingkan dengan industri secara keseluruhan, reksa dana syariah baru berkontribusi 7,07 persen dari industri reksa dana Indonesia dengan jumlah reksa dana sebanyak 134 produk.
Oleh karena itu, Nuraini berharap, Tokopedia Reksa Dana Syariah dapat mengakselerasi terwujudnya inklusi keuangan syariah.
"Kami berharap, ini dapat bertumbuh pesat dan mendukung peningkatan jumlah investor di Indonesia," kata dia.
Sebagai informasi, Reksa Dana Pasar Uang Syariah Ekstra bisa dibeli di Tokopedia dengan modal sangat terjangkau yaitu Rp10.000. Pembayaran untuk transaksi reksa dana juga tersedia berbagai pilihan mulai dari transfer bank, hingga menggunakan ovo cash.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
KPK Ingatkan BUMN Tak Sembarangan Terima Investasi dari China
BKPM Gandeng Kemenkumham Perkuat Integrasi Sistem Perizinan Berusaha
Presiden Jokowi Ancam Tutup Lembaga yang Perpanjangan Birokrasi
Presiden Jokowi Jengkel Masih Banyak Proses Perizinan Investasi
Bos Crown Group: Kota Pendidikan jadi Tujuan Utama Investor Properti Luar Negeri
JK Bertemu Wapres Argentina, Bahas Peningkatan Perdagangan