Uang cash bakal habis, sudah waktunya paksakan berinvestasi
Salah satu alasan investasi, kebutuhan semakin bertambah sedangkan penghasilan belum tentu meningkat.
Kebutuhan setiap orang terus bertambah. Di sisi lain, penghasilan atau pendapatan belum tentu mengalami perubahan. Sifatnya cenderung terbatas dan sulit untuk memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah.
President Director Putera Sampoerna Foundation, Dwita Harliani menuturkan, untuk mendapat uang lebih, setiap orang masih mengandalkan kerja keras. Bahkan ada yang sampai tak kenal waktu. Padahal, mendatangkan uang lebih bisa dilakukan dengan berinvestasi.
Dengan menempatkan dana di salah satu instrumen investasi, setiap orang bisa memperoleh keuntungan di masa mendatang. "Kalau bergantung uang cash bakal habis, investasi itu harus dipaksakan," ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (17/6).
Menurutnya, alasan lain seseorang harus berinvestasi adalah tingkat inflasi tinggi, harga-harga naik, sehingga tingkat kebutuhan semakin tinggi dan tak diimbangi penghasilan.
Investasi menjadi solusi jitu menjinakkan dampak inflasi. Alasannya, dana pribadi akan terus berkembang biak. Ada banyak ladang investasi untuk mencetak duit.
"Tidak bisa investasi di satu bidang," jelas dia.
Baca juga:
Tak digaji tetap bisa jadi alasan artis berinvestasi
Kini menabung tak menjamin bisa bikin kaya
Tidak sampai 1 persen pekerja Indonesia yang berinvestasi