Tumbuhkan Minat Belanja Kelas Menengah Masih jadi Masalah di Kuartal IV
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengakui tingkat konsumsi rumah tangga untuk kalangan menengah ke atas masih sangat minim. Hal itu menjadi tantangan besar pemerintah untuk bagaimana meningkatkan konsumsi rumah tangga di kuartal IV-2020.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengakui tingkat konsumsi rumah tangga untuk kalangan menengah ke atas masih sangat minim. Hal itu menjadi tantangan besar pemerintah untuk bagaimana meningkatkan konsumsi rumah tangga di kuartal IV-2020.
"Kuartal IV satu kita lihat untuk menengah bawah ini sudah cukup optimal lewat perlindungan sosial. Bagaimana menengah ke atas? ini masih jadi tantangan," kata dia dalam APBN Kita, Senin (23/11).
Merespon kondisi tersebut, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga di kalangan menengah ke atas. Caranya dengan meyakinkan masyarakat bahwa protokol kesehatan harus benar-benar dilakukan dan disiplin, sehingga aktivitas dan permintaan akan bertambah.
"Kita lihat mal dan kegiatan di kota dan provinsi mulai jalan termasuk rumah makan dan lain-lain. Nungkin tantangan kita di transportasi dan pariwisata. Ke depan protokol penerbangan dan pariwisata betul-betul ditegakkan untuk memacu pertumbuhan kuartal IV dan ke depan," jelasnya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu menambahkan, untuk masyarakat kelas menengah sebagian besar memang sudah tertolong. Sebab, kebanyakan mereka tertolong juga dalam bentuk beralih dari sektor formal ke informal.
"Ini memang tantangan untuk kuartal IV gimana kita bisa memaksimalkan sisa 1,5 bulan untuk menuju realisasi semaksimal mungkin dari belanja negara," kata dia.
Pemerintah Harap Masyarakat Menengah Atas Bantu Ekonomi RI Dengan Giat Berbelanja
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mendorong kelompok masyarakat menengah atas untuk mau membelanjakan uang simpanannya. Permintaan itu diberikan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat menengah bawah yang terpukul akibat wabah pandemi Covid-19.
"Saat ini problemnya ketika banyak orang yang nganggur, banyak usaha yang tutup, sehingga daya beli masyarakat turun dan konsumsi masyarakat turun, sehingga ekonomi lesu," ujar Menteri Teten dalam sesi webinar, Jumat (24/7).
Oleh karenanya, dia memohon bantuan kelas menengah atas agar mau memakai uang simpanannya untuk menggerakkan ekonomi. "Kelompok masyarakat kelas menengah atas sebenarnya masih punya tabungan di bank mereka. Cuman memang kelas menengah ini menahan konsumsi sehingga ini perlu ada stimulus bagi produk-produk tertentu yang memungkinkan kelas menengah bisa belanja," imbuhnya.
(mdk/bim)