Tumbuh 60,3 persen, CIMB Niaga Syariah bukukan laba 2017 Rp 489,7 miliar
Sementara, aset bertumbuh sebesar 85 persen menjadi Rp 23,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,8 triliun. Hal ini sekaligus menempatkan CIMB Niaga Syariah sebagai unit usaha syariah (UUS) dengan pertumbuhan aset paling tinggi sepanjang 2017 di industri perbankan syariah nasional.
CIMB Niaga Syariah, hingga 31 Desember 2017, mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 489,7 miliar atau naik 60,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 305,4 miliar. Sementara, aset bertumbuh sebesar 85 persen menjadi Rp 23,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,8 triliun.
"Hal ini sekaligus menempatkan CIMB Niaga Syariah sebagai unit usaha syariah (UUS) dengan pertumbuhan aset paling tinggi sepanjang 2017 di industri perbankan syariah nasional," kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, di Jakarta, Senin (26/3).
Kenaikan ini juga turut meningkatkan pangsa aset CIMB Niaga Syariah terhadap total aset CIMB Niaga, yaitu mencapai 9,3 persen per 31 Desember 2017 dibandingkan posisi yang sama 2016 sebesar 5,5 persen. Meningkatnya aset CIMB Niaga Syariah tak lepas dari kenaikan signifikan pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan.
Total DPK yang berhasil dihimpun hingga akhir 2017 mencapai Rp 19,9 triliun atau tumbuh 87,3 persen dibandingkan DPK tahun sebelumnya sebesar Rp 10,6 triliun. Adapun pertumbuhan pembiayaan hingga 31 Desember 2017 mencapai 63,5 persen menjadi Rp 16,7 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar Rp 10,2 triliun.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan baik pada segmen consumer banking maupun business banking. Kualitas pembiayaan juga kian membaik dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) menjadi 0,9 persen per 31 Desember 2017 dari 1,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang konsisten diterapkan CIMB Niaga Syariah sambil terus meningkatkan portofolio pembiayaan.
"Kami optimis dapat mencapai target bisnis yang lebih baik di 2018. Karena itu, kami akan terus memaksimalkan penetrasi produk-produk unggulan kami seperti Tabungan Haji, Tabungan iB Mapan Waqaf, Syariah Gold Card, KPR Syariah, corporate banking, dan commercial banking," katanya.
Baca juga:
Kisah tragis manajer cantik bobol CIMB Niaga untuk penuhi hidup mewah suami
CIMB Niaga Namaste Festival 2017 dorong budaya hidup sehat
CIMB Niaga kucurkan Rp 2 triliun untuk bangun LRT
Menhub Budi sebut BCA dan CIMB Niaga tertarik biayai proyek LRT
Punya modal Rp 32 triliun, CIMB Niaga masuk kelompok bank papan atas
Perbankan prediksi RI bisa untung berkat AS keluar dari TPP
CIMB Niaga: Banyak indikasi menunjukkan ekonomi RI membaik di 2017