LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Trump buat nilai tukar Yuan China ambruk ke level terendah 8 tahun

Nilai tukar Yuan berada di 6,8640 per USD. Angka ini merupakan terendah sejak Januari 2009, saat krisis keuangan global.

2016-11-15 15:18:53
China
Advertisement

Nilai tukar Yuan China terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali terperosok di perdagangan hari ini, Selasa (15/11). Yuan menyentuh titik terendah dalam 8 tahun terakhir.

Mengutip data Reuters yang ditulis CNBC, nilai tukar Yuan berada di 6,8640 per USD. Angka ini merupakan terendah sejak Januari 2009, saat krisis keuangan global.

Bank sentral China atau People Bank of China (PBOC) menetapkan nilai tukar tetap hari ini di 6,8495 per USD. Nilai ini melemah dibanding kemarin, di mana PBOC menetapkan nilai tukar di 6,8291 per USD.

Advertisement

Analis mengatakan, pergerakan nilai tukar Yuan karena hasil mengejutkan pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump. Hal ini di luar perkiraan pelaku pasar.

"Ini benar benar cerita baru tentang nilai tukar USD," ujar analis Nikko Asset Management, Roger Bridges seperti dikutip dari CNBC, Selasa (15/11).

"Kita akan menghadapi penguatan nilai tukar USD yang membuat Yuan melemah, khususnya terhadap Dolar AS."

Advertisement

Di lain hal, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif hingga perdagangan siang ini, Selasa (15/11). Rupiah dibuka di level Rp 13.350 lalu melemah nyaris menyentuh Rp 13.400 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah menyentuh level tertingginya di Rp 13.383 per USD. Lalu, Rupiah kembali menguat tajam dan menyentuh Rp 13.301 per USD. Saat ini, Rupiah berada di Rp 13.311 per USD.

Bank Indonesia (BI) menyebut kondisi perekonomian Indonesia pada 2017 dihadapkan berbagai tantangan yang tidak ringan, baik yang datang dari eksternal maupun domestik. Apalagi, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS di luar ekspektasi pelaku pasar sehingga berdampak terhadap pasar keuangan khususnya nilai tukar Rupiah yang melemah.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan, terjadinya gejolak di pasar keuangan bukan hanya terjadi di Indonesia saja tetapi juga pada negara berkembang lainnya seperti India dan Brasil.

"Pasar keuangan shock dan menarik dananya di emerging market karena pemenangnya di luar ekspektasi, tapi ini hanya sementara. Mereka (pelaku pasar) menunggu program pemerintah AS, di mana pada Februari 2017 sudah ada kejelasan apakah sesuai kampanye atau tidak," ujar Juda di Jakarta, Selasa (15/11).

Baca juga:
Rupiah bergerak fluktuatif, nyaris sentuh level Rp 13.400 per USD
Ini penjelasan BI soal Rupiah melemah usai terpilihnya Donald Trump
Perluas jangkauan KUR, BNI buka layanan pengajuan kredit online
Wamenkeu sebut sistem keuangan jadi fokus utama negara-negara ASEAN
Energi, pariwisata, infrastruktur modal ASEAN hadapi pelemahan dunia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.