Triwulan I-2017, Neraca Pembayaran Indonesia surplus USD 4,5 miliar
Penyebabnya, surplus pada transaksi modal dan finansial.
Bank Indonesia mencatat Neraca pembayaran Indonesia (NPI) surplus sebesar USD 4,5 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Penyebabnya, surplus pada transaksi modal dan finansial.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo mengatakan, surplus tersebut tak berbeda jauh dengan triwulan sebelumnya. Namun, lebih baik ketimbang NPI triwulan-I 2016.
"Dibanding triwulan-I 2016, NPI mengalami defisit 0,3 miliar dolar AS," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (19/5).
Agus mengatakan aliran masuk modal asing cukup besar sehingga surplus neraca modal dan finansial meningkat menjadi USD 7,9 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
"Sementara itu, defisit transaksi berjalan tercatat USD 2,4 miliar didorong oleh defisit neraca perdagangan migas dan pendapatan primer yang lebih besar dari kenaikan surplus neraca perdagangan," pungkasnya.
Total dana asing masuk ke Indonesia hingga 12 Mei 2017 mencapai Rp 105 triliun. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 65 triliun.
"Aliran dana masuk yang cukup besar dan stabil. Posisi cukup besar memang terlihat pada surat berharga Indonesia yang sebesar Rp 71 triliun," pungkasnya.
(mdk/yud)