Triwulan I-2016, laba bersih Bank Mandiri anjlok 25 persen
Laba bersih perseroan tercatat Rp 3,8 T, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,1 T.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan sepanjang triwulan I-2016 Bank Mandiri berhasil mencatat laba bersih hingga Rp 3,8 triliun. Angka ini turun 25,71 persen dari pencapaian di triwulan I-2015 senilai Rp 5,1 triliun.
Sementara, laba operasional perseroannya mencapai Rp 9,7 triliun, tumbuh 15,9 persen dibanding periode yang sama di tahun 2015 sebesar Rp 8,3 triliun pada Triwulan I-2016. Laju kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan operating income yang meningkat Rp 2,4 triliun, tumbuh 16,3 persen menjadi Rp 17,2 triliun.
Pertumbuhan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 19,1 persen menjadi Rp 13 triliun dan peningkatan fee based income yang juga tumbuh 8 persen menjadi Rp 4,2 triliun.
"Ini membuktikan Bank Mandiri tetap dapat mengelola produktivitas asset, liabilities dan bisnis transaksionalnya dengan baik ditengah tantangan perlambatan kondisi ekonomi domestik dan internasional serta insiatif perseroan yang mulai melakukan penuruan suku bunga menuju single digit secara bertahap," ujar Kartika di kantornya, Jakarta, Senin (16/6).
Untuk memastikan perseroannya tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri telah melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti dengan membentuk unit special asset management agar dapat menyelesaikan kredit bermasalah dengan lebih fokus, cepat dan tuntas.
Selain itu, lanjut dia, perseroan telah mempertajam early warning system dan portfolio selection untuk setiap segmen dan sub-segmen yang spesifik, juga melakukan penataan ulang dan pemantauan yang lebih disiplin terhadap pengelolaan portofolio kredit perseroan, baik secara sektoral, segmen maupun geografi.
"Untuk memperkuat struktur asset produktif yang lebih solid, kami juga telah membentuk pencadangan. Kami optimis dengan langkah-langkah yang kami lakukan, Bank Mandiri secara konsisten dapat terus memperkuat pondasi struktur keuangannya," pungkas dia.
(mdk/sau)