Total pendapatan 800 toko kelontong capai Rp 1,6 T per tahun
Ritel tradisional disarankan gunakan pembayaran elektronik.
Keberadaan ritel tradisional diyakini memberikan sumbangsih besar bagi roda pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, pendapatan ritel tradisional cukup tinggi, mencapai USD 138 juta per tahun.
"Sektor ritel tradisional di Indonesia memiliki dampak yang besar pada peningkatan akses terhadap layanan keuangan dan hasil pembangunan ekonomi," ujar Konsultan Proyek Internasional Finance Corporation (IFC) Achmad Budiman di Jakarta, Selasa (17/12).
Budiman mendasarkan itu pada hasil survei yang dilakukan IFC dan e-Mitra tentang Ritel Tradisional. Survei ini dilakukan di 8 kota besar Indonesia dan melibatkan 800 peritel tradisional.
"Sebanyak 80 persen penjualan ritel didominasi peritel tradisional, dengan pendapatan mencapai USD 138 juta per tahun. Sektor ini juga menyerap 21 persen tenaga kerja," ungkap dia.
Budiman menyebutkan, rata-rata peritel tradisional didatangi 50 pelanggan per hari. "Sementara masing-masing pelanggan menghabiskan USD 6 untuk berbelanja setiap hari," jelasnya.
Sayangnya, hampir keseluruhan peritel tradisional belum memanfaatkan fasilitas pembayaran elektronik (e-payment). Ini menjadi alasan peritel tradisional kesulitan mendapatkan fasilitas kredit perbankan. Salah satunya lantaran peritel tradisional tidak memiliki data penjualan yang dapat dijadikan pertimbangan pihak perbankan memberikan fasilitas kredit.
"Hanya sedikit peritel yang memiliki akses ke layanan kredit formal saat ini, padahal banyak peritel tradisional yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman dari bank," kata Budiman.
Budiman mengatakan, banyak peritel tradisional tertarik untuk menggunakan pembayaran digital. Namun, kata dia, sebagian besar mengkhawatirkan akses ke layanan perbankan.
"Pengguna e-payment untuk membayar supplier sebesar 1 persen. Sementara keinginan untuk membuka layanan e-payment sebesar 39 persen," ungkap dia.
Berangkat dari hal itu, pihaknya menginisiasi penggunaan pembayaran secara elektronik pada peritel tradisional. Menurut dia, hal itu dapat membantu peritel tradisional untuk memiliki data penjualan yang bermanfaat pada penilaian perbankan untuk menyalurkan kredit.
"E-payment dapat membantu peritel tradisional memiliki data penilai kredit dan pinjaman UKM, bank bisa memanfaatkan history pembayaran untuk mengevaluasi nilai kredit dan mendukung pinjaman UKM," katanya.
(mdk/noe)