Tips dari BRI agar uang tabungan nasabah tak raib kena skimming
"Imbauan buat masyarakat, jadi pertama masyarakat harus menggunakan pin itu dengan angka angka tidak mudah pastinya dan tidak gampang untuk diketahui jangan menggunakan tanggal lahir jangan menggunakan nomor yang sama, jadi harus benar benar unik."
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Handayani mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi melalui ATM. Sebab, belum lama ini beberapa nasabah BRI terkena kasus pembobolan ATM dengan metode skimming di Kediri, Jawa Timur.
Seperti diketahui, modus skimming kartu ATM atau debit biasanya dengan menempelkan alat card reader di mulut mesin ATM serta kamera tersembunyi. Alat card reader tersebut akan mengambil data kartu secara otomatis dalam rangka untuk penggandaan kartu. Sementara kamera tersembunyi diperlukan untuk mengetahui pin dari kartu ATM.
Dia menyebut, untuk mengantisipasi kejadian serupa, masyarakat harus menggunakan pin dengan tingkat kesulitan yang rumit. Artinya pin yang digunakan nasabah disarankan untuk tidak menggunakan seperti tanggal lahir atau angka-angka yang menurutnya sama.
"Imbauan buat masyarakat, jadi pertama masyarakat harus menggunakan pin itu dengan angka angka tidak mudah pastinya dan tidak gampang untuk diketahui jangan menggunakan tanggal lahir jangan menggunakan nomor yang sama, jadi harus benar benar unik," kata Handayani saat ditemui di Jakarta, Selasa, (20/3).
Kemudian, masyarakat juga harus lebih sering-sering untuk mengubah pin agar tidak terjadi kebocoran data. Masyarakat nantinya, diharuskan untuk lebih aktif apabila ada transaksi yang terjadi di luar dari dirinya.
"Kedua harus sering-sering mengganti pin sehingga misalnya nanti di skimming pun data diperoleh oleh mereka tidak akan valid lagi kan karena pin-nya berbeda. Nasabah segera menghubungi bank kalau tidak merasa melakukan transaksi tersebut jadi harus peran aktif antara bank dengan nasabah," imbuhnya.
Atas kejadian tersebut, Perbankan pelat merah itu pun ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar terhadap kejahatan duplikasi kartu debit melalui skimming yang menimpa BRI.
Baca juga:
BRI pungut biaya isi ulang Go-Pay Rp 1.000 mulai 30 April
Per Februari, BRI salurkan dana KUR sebesar Rp 13,8 T pada 680.000 debitur
BRI rugi Rp 1 miliar akibat raibnya uang nasabah secara misterius
Duit di tabungan Rp 21 juta raib, nasabah laporkan BRI ke Polda Metro
Polri duga ada keterlibatan internal bank atas raibnya uang nasabah BRI