Tingkatkan efektivitas, Bos BI lantik 8 Kepala Satuan Kerja
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo melantik 8 Kepala Satuan Kerja Bank Indonesia, pada Jumat (24/2). Hal ini lazim dan rutin dilakukan sebagai proses untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo melantik 8 Kepala Satuan Kerja Bank Indonesia, pada Jumat (24/2). Hal ini lazim dan rutin dilakukan sebagai proses untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Berdasarkan keterangan resmi dari Bank Indonesia, berikut 8 nama pejabat BI yang baru saja dilantik.
- Dody Budi Waluyo, sebelumnya Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola, sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
- Dyah N. K. Makhijani, sebelumnya Kepala Departemen Operasional Tresuri dan Pinjaman, sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola.
- Bramudija Hadinoto, sebelumnya Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran, sebagai Kepala Departemen Operasional Tresuri dan Pinjaman.
- D. Virgoana Gandhi, sebelumnya Kepala Departemen Audit Intern, sebagai Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran.
- Damayanti Johan, sebelumnya Kepala Departemen Sumber Daya Manusia, sebagai Kepala Departemen Audit Intern.
- Juda Agung, sebelumnya Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, sebagai Kepala KPw BI Provinsi Jawa Barat pada 1 Maret 2017, dilanjutkan dengan penugasan dalam jabatan setingkat Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) pada 1 Mei 2017.
- Dicky Kartikoyono, sebelumnya Kepala Grup di Departemen Sumber Daya Manusia, sebagai Kepala Departemen Sumber Daya Manusia.
- Yati Kurniati, sebelumnya Kepala Grup di Departemen Kebijakan Makroprudensial, sebagai Kepala Departemen Statistik.
Baca juga:
Per Desember 2016, Singapura beri utang Rp 678 triliun ke Indonesia
Desember 2016, utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.225 triliun
Meski terima KKS, Bos BI ingin masyarakat juga rajin menabung
Bos BI klaim UU PPKSK selamatkan Indonesia dari krisis global
Bos BI sebut banjir bakal berpengaruh terhadap inflasi
BI perkirakan defisit transaksi berjalan 2017 turun ke 2,11 persen
Bos BI beberkan alasan ekonomi RI tahan goncangan ekonomi dunia