LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tiga Jurus Menjadikan Hobi Sebagai Penghasil Cuan

Anda juga harus beradaptasi dengan memasang pola pikir, hobi yang digemari kini bukan lagi kegemaran pribadi.

2022-02-01 07:00:00
Wirausaha
Advertisement

Menjadikan hobi sebagai mata pencaharian merupakan sesuatu yang menyenangkan. Bisa mengerjakan sesuatu yang disukai, tapi menerima bayaran.

Tidak sedikit yang memiliki impian demikian, namun hanya beberapa dari mereka yang berhasil melakukannya. Sebab tidak semua hobi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bila Anda berkeinginan menjadikan hobi sebagai bisnis, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini merdeka.com merangkumnnya berdasarkan pengalaman para pendiri perusahaan yang mengembangkan hobi sebagai pekerjaanya.

Advertisement

1. Tentukan Skala Prioritas

Menjadikan hobi sebagai bisnis terbilang susah-susah gampang. Salah satu tantangan yang dihadapi ketika membangun bisnis ini harus memposisikan diri antara hobi yang digemari dengan bisnis yang harus terus berjalan dan dikembangkan.

Dalam menjawab tantangan tersebut, pebisnis harus mampu berpikir objektif. Anda juga harus beradaptasi dengan memasang pola pikir, hobi yang digemari kini bukan lagi kegemaran pribadi. Namun telah bertransformasi menjadi sebuah bisnis yang menyangkut kepentingan banyak pihak. Sehingga memerlukan strategi bisnis yang matang.

Advertisement

"Salah satu hal yang selalu saya terapkan apabila dihadapkan pada sebuah tantangan bisnis adalah menyusun skala prioritas, mana yang memberikan dampak lebih besar pada bisnis," kata CEO & Co-Founder of Suwe Ora Jamu, Nova Dewi.

Para pebisnis harus bisa membuar pola pikir yang lebih strategis, holistik, dan berorientasi pada bisnis. Pendelegasian tugas juga menjadi suatu hal yang krusial ketika hobi sudah berkembang menjadi bisnis yang semakin berkelanjutan.

2. Eksplorasi Hobi

Tanpa adanya manajemen bisnis dan profesionalitas, bisnis yang berawal dari hobi dapat menjadi bumerang dan beban. Lebih-lebih, hobi yang awalnya menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan, justru bisa mengundang kejenuhan.

Demi menghindari kedua hal tersebut, pebisnis dapat menantang diri untuk menggali hal-hal baru yang belum pernah disentuh sebelumnya. Cara ini dinilai bisa memberikan semangat eksplorasi dan keingintahuan akan terus menyala seiring dengan perkembangan bisnisnya.

"Melalui inovasi serta trial-and-error, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar hal baru dan mengulik lebih dalam lagi dunia kecantikan yang belum pernah ditemui sebelumnya," kata Co-Founder of Goban Cosmetics Angel Chyntia.

Melalui inovasi serta trial-and-error, akan memunculkan kesempatan untuk belajar hal baru dan mengulik lebih dalam lagi terkait hobi yang belum pernah ditemui sebelumnya. Selain itu, ini juga menjadi salah satu strategi pengembangan produk yang efektif.

"Tidak hanya itu, saya bersama dengan Goban Cosmetics juga selalu menekankan kolaborasi sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi hal-hal baru serta menggali inspirasi dari berbagai tokoh yang mengemban visi serupa. Dengan begitu, bisnis akan makin maju dan di saat yang bersamaan juga kita dapat terhindar dari rasa jenuh," tuturnya.

3. Menjaga Orisinalitas

Berangkat dari hobi yang bersifat personal, idealisme dan preferensi pribadi tentu memegang andil ketika sebuah hobi dieksplorasi menjadi bisnis yang menguntungkan. Bagi pebisnis, yang terpenting adalah kemampuan untuk menyelaraskan idealisme dan preferensi pribadi tersebut dengan peluang pasar yang ada.

"Mengubah hobi atau karya menjadi sebuah peluang bisnis memiliki privilesenya sendiri," kata Founder of OMG Consulting & Co-Founder of Inspigo, Yoris Sebastian. 

Penggiat hobi tentu memiliki kedekatan personal dengan produk atau karya yang dihasilkan berikut dengan industri yang digeluti. Sehingga bisnis yang dibangun bisa membawa sentuhan cerita yang unik, orisinil, dan personal guna menciptakan brand yang lebih melekat di hati konsumen. 

Usaha ini juga tentunya harus diimbangi dengan kegiatan marketing dan branding yang mengacu pada preferensi dan perilaku konsumen. Termasuk cara agar hobi dapat menjawab kebutuhan konsumen. Sehingga, pada akhirnya, riset pasar yang diimbangi dengan story telling yang personal, lambat laun akan menggaet komunitas konsumen yang loyal.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.