LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tiga BUMN kerja bareng bangun PLTG pertama untuk bandara

Pembangunan akan memakan waktu sekitar satu tahun.

2016-05-11 12:27:36
Pembangkit Listrik
Advertisement

PT Angkasa Pura II, PT Perusahaan Gas Negara dan PT Wijaya Karya (WIKA) menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pembangkit listrik Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur AP II Budi Karya Sumandi, Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo, di kantor Kementerian BUMN di Jakarta.

Budi memastikan, pembangkit untuk bandara seperti ini menjadi pertama di Indonesia. Pembangunan proyek membutuhkan waktu satu tahun ke depan.

"Sampai 3 bulan itu finalisasi dan mulai konstruksi. Kurang lebih satu tahun tiga bulan. Ini akan jadi pertama di bandara Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu (11/5).

Menurut Budi, ide pembangunan pembangkit listrik untuk bandara seperti ini sudah lama direncanakan, namun tidak terealisasi. Melalui sinergi kali ini, Budi berharap pembangkit bisa terealisasi dengan kapasitas 60 MW.

"Kebutuhan listrik bandara itu besar dan makin akan besar. Sekarang kita bangun 60 MW dan akan datang bisa 150 MW," ucap Budi.

"Kalaupun 150 MW kita hanya memproduksi 60 MW tahap awal, kecuali diizinkan tambah. Sinergi dengan PLN tetap ada. Jadi kita punya suplai listrik berlapis. Dari kita ada, PLN ada dan juga backup genset," sambung Budi.

Sesuai perjanjian kerja sama, ketiga BUMN akan mengembangkan sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Bandara Soekarno Hatta. PGN sebagai BUMN gas akan memasok kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik tersebut.

Sementara WIKA, sebagai BUMN konstruksi akan melakukan proses pengadaan jasa konsultan penyusunan feasibilty study dan mengkoordinasikan dengan pihak lainnya. PT Angkasa Pura II yang merupakan pengelola Bandara Soetta akan menjadi pengguna utama dari produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTG tersebut.

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan, pembangunan pembangkit listrik di Bandara Soetta merupakan terobosan untuk mendorong pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Sebagai BUMN gas, PGN terus berusaha dan mengambil inisiatif untuk memperluas penggunaan gas bumi di berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

"Gas bumi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, termasuk di Bandara Soetta," kata Hendi.

Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo menambahkan, melalui sinergi yang melibatkan tiga BUMN proyek pembangunan pembangkit listrik Bandara Soetta dapat berjalan maksimal.

Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, proyek ini diharapkan dapat diwujudkan tepat waktu dan bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

"WIKA akan memberikan dukungan penuh bagi terwujudnya proyek PLTG di bandara Soetta. Sinergi bersama antara WIKA, PGN dan AP II akan semakin memperkuat peran strategis BUMN," tutupnya.

Advertisement

Baca juga:
Angkasa Pura 2 bangun PLTG senilai Rp 1 triliun di Bandara Kualanamu
Temui Menko Darmin, Menteri ESDM bicarakan proyek kilang & listrik
ESDM target bangun 7 pembangkit listrik tenaga sampah hingga 2018
Perawatan PLTU, PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir
Warga di Gorontalo pakai kotoran ternak untuk masak & sumber listrik
Liburan akhir pekan ke Batam, wisatawan disambut pemadaman listrik
ESDM: Harga BBM stabil, tak ada alasan menaikkan tarif listrik

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.