Tiap tahun Garuda Indonesia habiskan 1,7 miliar liter avtur
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta maskapai mengurangi emisi gas buang dan menghemat bahan bakar.
Setiap tahun, Garuda Indonesia menghabiskan 1,7 miliar liter avtur. Volume bahan bakar itu dirasa sangat besar sehingga perlu dilakukan penghematan agar biaya operasional maskapai lebih irit. Garuda Indonesia menargetkan minimal bisa irit 3 persen bahan bakar setiap tahun.
"Kita setiap tahunnya penggunaan bahan bakar pesawat mencapai 1,7 miliar liter. Bagaimana ke depannya nanti, menargetkan 3 persen setiap tahun dari penggunaan bahan bakar yang ada. Target hingga 2020," tegas Direktur Operasional Garuda Indonesia, Novianto Herupratomo ditemui di sela acara Internasional Green Aviation Conference di Kuta, Bali, Rabu (19/8).
Besarnya volume bahan bakar berhubungan juga dengan dampaknya terhadap lingkungan. Diakuinya, semua pesawat membuang gasnya di udara. namun Novita tidak merinci besaran gas buang yang dilakukan Garuda.
Pihaknya berharap ke depannya ada bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat. Tidak hanya ramah lingkungan tapi diharapkan juga irit bahan bakar. Semisal bahan bakar bio fuel yang diakui ramah lingkungan. Diakuinya, tidak hanya Garuda, seluruh maskapai penerbangan belum menggunakan bahan bakar tersebut.
"Bahan bakar ramah lingkungan itu perlu dan harus dilakukan. Tetapi apakah juga efisien bagi pesawat, terutama untuk mesin pesawat. Karena selain menjaga mutu juga menjaga seisi awak pesawat keselamatannya," tegasnya.
Di tempat sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengingatkan maskapai untuk mengurangi emisi gas buang pesawat sekaligus menghemat penggunaan bahan bakar.
"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan setiap bandara agar Ramah lingkungan. Terutama mengurangi pergerakan pesawat di area bandara yang dirasa tidak perlu," singkatnya.
(mdk/noe)