LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

The Fed kembali naikkan suku bunga, ini kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus menjaga fundamental ekonomi dalam negeri tetap kuat dalam menghadapi perubahan aktivitas ekonomi akibat kenaikan suku bunga The Fed.

2018-09-27 12:15:06
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,25 persen pada Rabu (26/9). The Fed tercatat sudah tiga kali menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus menjaga fundamental ekonomi dalam negeri tetap kuat dalam menghadapi perubahan aktivitas ekonomi akibat kenaikan suku bunga The Fed.

"Pak Darmin (Menko Perekonomian) sudah sampaikan berkali-kali sampaikan, kita akan tetap menjaga agar fundamental kita cukup kuat terus menerus dari sisi kemampuan kalau ada perubahan yang kita semuanya sebetulnya sudah membaca nya," jelasnya di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (27/9).

Advertisement

Dia menjelaskan, The Fed masih akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali tahun depan. Artinya, suku bunga acuan bank sentral negara Paman Sam tersebut akan terus naik ke angka 3 persen.

"Itu berarti dari sisi perekonomian kita harus melihat bagaimana sensitivitasnya pada kegiatan ekonomi. Kemudian, kalau kita melihat thightening dari capital kita juga harus antisipasi dari sisi capital account kita," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi eksternal balance pemerintah akan terus menyeimbangkan antara current account defisit (CAD) dengan capital account. Sehingga kegiatan naik turunnya nilai tukar maupun dari sisi cadangan devisa, bisa tetap terjaga ke depan.

Advertisement

"Artinya, kalau ada movement itu ya kita melihat dalam scope yang dianggap normal. Kita anggap itu reaksi yang cukup normal dari perubahan yang terjadi. Kita akan menjaga jangan sampai perubahan itu, kemudian menimbulkan volatilitas yang akan mengganggu stabilitas Bank Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,25 persen pada Rabu (26/9/2018). The Fed juga memprediksi ekonomi AS bakal terus tumbuh dalam tiga tahun ke depan dan mengakhiri era suku bunga rendah.

Dilansir dari Reuters, Kamis (27/9), The Fed tercatat sudah tiga kali menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Kenaikan ini akan menempatkan suku bunga pinjaman naik menjadi 3,4 persen.

Baca juga:
Menko Darmin tanggapi santai rencana kenaikan suku bunga The Fed
Bos LPS prediksi suku bunga acuan BI akan naik lagi, ini pemicunya
Jaga Rupiah, BI dinilai masih perlu naikkan suku bunga acuan
Kenaikan suku bunga dinilai tak ampuh tekan depresiasi Rupiah
Sri Mulyani beberkan kondisi global yang harus diwaspadai Indonesia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.