Tersiksanya ekonomi Prancis usai serangan teroris tewaskan 130 orang
"Bisnis hotel, restoran dan kegiatan rekreasi lainnya juga tersiksa oleh serangan teroris ini."
Serangan teror mematikan di Paris, Prancis beberapa waktu lalu berdampak buruk pada pendapatan maskapai penerbangan Air France.
Maskapai mengatakan bahwa pendapatan pada November anjlok hingga USD 54 juta atau sekitar Rp 759 miliar sebagai konsekuensi dari serangan teroris.
Serangan teroris di Paris menewaskan setidaknya 130 orang pada 13 November silam. Serangan ini sempat membuat kota lumpuh berhari-hari dan melukai industri pariwisata karena banyak wisatawan membatalkan perjalanan.
Air France menyebut tingkat keterisian penumpang maskapainya juga turun 0,9 poin setelah serangan.
Serangan teroris juga mempengaruhi kinerja perbankan di sana. Bank of France memangkas proyeksi pertumbuhan pada kuartal IV menjadi 0,3 persen dari sebelumnya 0,4 persen.
"Bisnis hotel, restoran dan kegiatan rekreasi lainnya juga tersiksa oleh serangan teroris ini," pernyataan Bank Of France seperti dikutip dari CNN, Rabu (9/12).
Pariwisata merupakan sektor utama di Paris menghasilkan lebih dari 21 miliar euro dari 46 juta pengunjung di tahun lalu. Sekitar 500.000 pekerja di Paris bergantung pada sektor pariwisata ini.
Menteri Ekonomi Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, jumlah pengunjung hotel di Paris turun 15 hingga 20 persen seminggu setelah serangan teroris. Sedangkan jumlah orang yang makan di restoran juga turun 10 persen.
Jumlah wisatawan yang membatalkan perjalanan ke Paris seminggu usai serangan mencapai 21 persen dibandingkan minggu yang sama tahun lalu.
Baca juga:
JK: Krisis 1998 bebankan APBN kita hingga 30 tahun
Krisis BBM, warga Nigeria antre di SPBU tanpa kendaraan
Malaysia di ambang krisis keuangan seperti 1998
Di forum APEC, Wapres JK bakal fokus penguatan daya beli masyarakat
Kunjungi JK, Bank Dunia puji Indonesia bisa lewati pelemahan ekonomi